Pilih Menunggu Ketimbang Dirazia


Foto: Pidi/Pagaralam Pos ANTRE: Antrean panjang kendaraan bermotor di jalan Pagaralam - Tanjung Sakti, dusun Tegur Wangi Lama, karena ada razia.
Foto: Pidi/Pagaralam Pos
ANTRE: Antrean panjang kendaraan bermotor di jalan Pagaralam – Tanjung Sakti, dusun Tegur Wangi Lama, karena ada razia.

PAGARALAM POS, Pagar Wangi Mungkin sudah menjadi kebiasaan. Sebagian besar para pengguna kendaran bermotor selalu menghindar ketika mendapati ada razia. Mereka rela tidak melanjutkan perjalanan, menunggu. Ketika razia selesai, barulah mereka melanjutkan perjalanannya lagi.

Hal itu pula yang terlihat di jalan Pagaralam – Tanjung Sakti, dusun Tegur Wangi Lama, Kelurahan Pagar Wangi, Kecamatan Dempo Utara, kemarin (11/2). Sekitar pukul 11.30 WIB, puluhan kendaraan bermotor stop di dusun ini. Mobil dan motor berjejer di tepi jalan. Ini dilakukan mereka karena tak jauh dari dusun ini ada razia yang digelar aparat Polres Pagaralam. Saking panjangnya kendaraan bermotor yang berhenti di sini, membuat arus lalulintas (Lalin) dari arah Pagaralam menuju Tanjung Sakti maupun sebaliknya, menjadi tersendat. Mereka melanjutkan perjalanan kembali ketika razia selesai.

“Tadi, pas mau lewat saya lihat banyak mobil dan motor berhenti. Setelah saya tanya ternyata ada razia. Makanya saya ikut berhenti pula,” aku Harlidin, salahseorang pengguna kendaraan bermotor saat dimintai pendapatnya. Dia mengakui memilih stop karena surat menyurat kendaraannya tidak lengkap. “Kalau lengkap kan saya tidak akan stop. Lewat saja,” kata pria asal Tanjung Sakti ini.

Saat dimintai tanggapannya, Kapolres Pagaralam, AKBP Hendra Gunawan SIK MSi, melalui Kapolsek Dempo Utara, Iptu Jalaludin, melalui Kanit Reskrim, Bripka Deka Saputra SE MSi tak menampik, jika para pengguna jalan pada umumnya menghindari razia. “Memang seperti itu. Padahal tadi kan unit Sabhara sedang patroli saja sebenarnya,” tutur Deka.

Hal itu menurut Deka, karena kurangnya pemahaman para pemilik kendaraan bermotor. Dicontohkannya, para pemilik kendaraan bermotor masih ada yang belum lengkap surat-menyuratnya. Kemudian ada juga yang tidak pakai helm. “Padahal manfaat kelengkapan itu sebenarnya untuk para pemilik kendaraan bermotor itu sendiri,” terangnya.

Karena itu Deka mengimbau, agar para pemilik kendaraan bermotor yang belum lengkap segera melakukan pengurusan. “Kalau masih bingung soal kepengurusan surat kelengkapan kendaraa bermotor, tanya dengan petugas Babinkambtibmas kita di kelurahan,” tambahnya sembari berharap kedepan pemahaman para pemilik kendaraan bermotor semakin meningkat. (11/CE-V)

Previous Situs Meghalit Pagaralam Belum Siap Jual
Next Masa Depan Profesi Pelukis ‘Masih Suram’