Perusahaan Batubara Enggan Laporkan Royalti


PAGARALAM POS, Lahat – Selain kaya akan aset budaya seperti batu megalitikum, Kabupaten Lahat juga kaya tambang Batubara. Sayangnya walaupun dana bagi hasil rutin diterima oleh Pemkab Lahat, namun untuk data produksi dan penjualan terkadang harus diminta dahulu oleh pihak Pemkab Lahat. Sehingga bisa merencanakan alokasi dana tersebut harus dipakai kemana serta solusi mencari pendapatan bagi Pemkab bila produksi atau penjualan batubatara menurun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Subranuddin SE melalui Kabid Dana Transfer Bapenda Lahat Mustofa Nelson S.Sos M.Si, untuk dana transfer royalti produksi dan penjualan batubara rutin ditransfer dari pusat ke kas daerah. Untuk tri wulan ke dua juga telah ditransfer. Besaran dana juga telah ditetapkan melalui PMK (Peraturan Menteri Keuangan). “Terkadang ada triwulan ke empat dana transfer tidak sesuai. Sehingga target dari royalti tidak sesuai dengan realisasi. Bisa turun juga bisa naik besarannya. Bila turun, alasannya perusahaan tidak produksi,” ungkap Mustofa Nelson, Senin (25/6).

Lanjutnya, untuk yang aktif memberikan laporan hasil produksi dan penjualan hanya PT BA. Sementara perusahaan batubara lainnya di Lahat kurang aktif. Walaupun perusahaan rutin melaporkannya ke pusat atau provinsi. “Ya seharusnya Pemkab Lahat sebagai tuan rumah juga memiliki data tersebut,” ungkapnya lagi.
S
enada Kabag SDA Setda Lahat, Syaifullah Aprianto menuturkan, bawa pihaknya harus jemput bola meminta data produksi dan penjualan ke perusahaan batubara. Dari data yang didapatkan ada 18 perusahaan batubara yang aktif melakukan produsksi dan penjualan batubara. “Sampai bulan lima lalu data yang diperoleh produksi dan penjualan baru mencapai 6 juta ton. Kalau kita tahu data semuanya tentu bisa menjadi bahan untuk membuat rencana kerja dari dana bagi hasil ini,” tuturnya. (her18)

Previous Syarif Surian Optimis Didukung 9 Parpol
Next Marak Isu Komunis, PPS Tolak Keras