Persoalan LPG 3 Kg di Lahat Masih “Semrawut”


*Pertamina Akui Sudah PHU 5 Pangkalan
PAGARALAM POS, Lahat
– Bak benang kusut, persoalan harga LPG 3 Kg dijual sesuai ketentuan pemerintah, ditambah pola pendistribusian tidak tepat sasaran dan tidak transparan, belum kunjung beres. Hal ini membuat YLKI Lahat terus mempertanyakan kinerja PT Pertamina MOR II Sumbagsel. YLKI Lahat menilai, PT Pertamina MOR II Sumbagsel belum bisa menjalankan fungsinya, mewujudkan Good Corporate Covernance (GCG). “Untuk menyalurkan LPG bersubsidi adalah mulai dari SPPBE, Agen, hingga Pangkalan. Artinya titik point terakhir pendistribusian adalah di pangkalan, bukan di pengecer. Apakah ini telah dilakukan ?. Bukankah sudah jadi tugas PT Pertamina MOR II, untuk mengendalikan harga maupun pendistribusian, yang dilakukan agen dan pangkalan,” tegas Sanderson, Ketua YLKI Lahat, Minggu (13/9).

Sementara sebelumnya, Dewi Sri Utami, selaku Region Manager Communication, Relationa dan CSR PT Pertamina Sumbagsel menuturkan, pihaknya telah melakukan pemutusan hubungan usaha (PHU) terhadap lima pangkalan LPG, yang menjual LPG subsidi diatas HET dan menyalahi aturan standar prosedur pendistribusian LPG ke masyarakat. “Upaya pemantauan bagi jalur distribusi resmi LPG, yakni Agen dan Pengecer akan terus ditingkatkan. Untuk meminimalisir penyalahgunaan LPG subsidi,” tuturnya beberapa waktu lalu via grup WhatApps.

Dewi juga membeberkan, Pertamina akan terus memantau stok distribusi LPG 3 Kg di Kabupaten Lahat, agar dalam kondisi aman. Untuk saat ini, konsumsi LPG Subsidi mencapai 778,28 Metrik Ton, naik 7%, dibandingkan periode sama di tahun 2019 sebesar 727,44 Metrik Ton. Disalurkan melalui 1 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), untuk 6 agen dan 273 pangkalan resmi. “Terkait pembelian LPG 3 Kg Bersubsidi, hanya disalurkan melalui pangkalan resmi Pertamina, yang terdaftar dan memiliki plang warna hijau. Dengan mencantumkan informasi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.650,” bebernya.

Disisi lain, dari penelusuran media ini, masih banyak terdapat LPG 3 Kg yang dijual di tingkat pengecer seperti di warung klontong. Harga jual pun bervariasi, mulai dari Rp 23.000 sampai Rp 25.000.

Hendi (bukan nama sebenarnya) pengecer LPG 3 Kg mengatakan, dirinya masih mendapatkan LPG 3 Kg dari pangkalan secara diam-diam. Menurutnya, penghapusan tingkat pengecer tidak akan memberikan solusi LPG bersubsidi tersalur tepat sasaran dengan standar HET Rp 15.650. Apalagi tidak disetiap wilayah terdapat pangkalan, tapi ada beberapa wilayah yang memiliki lebih dari 1 pangkalan. “Susah dik, ini lingkaran bisnis, belum lagi banyak Agen/Pangkalan yang mau memonopoli. Coba, apa warga miskin di Desa Manggul harus beli gas subsidi ke pangkalan di Kelurahan Lahat Tengah ?. Ngak mikir apa orang Pertamina. Disaat kita mau ajukan izin buka pangkalan agar warga kita tidak kesusahan, mala tidak diizinkan,” ucap Hendi. (her18)

Previous Uswatun dan Nur, Wakil MTQ Asal Muba ke Tingkat Nasional
Next Muratara Bakal Miliki Stadion Mini