Perda Retribusi Daerah Perlu Direvisi


Foto: Dok/Pagaralam Pos
DI JALAN: Kendaraan bermotor parkir di tepi jalan pasar Pagaralam. Foto diabadikan beberapa waktu lalu.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Peraturan daerah (Perda) tentang retribusi daerah disahkan pada 2011 lalu. Sementara saat ini sudah tahun 2020. Karenanya, diakui Ketua Fraksi PKS (F-PKS) DPRD Pagaralam, Abdul Fikri Yanto SThI MAg, Perda ini dimungkinkan untuk direvisi. “Memang harus ada perubahan, menyesuaikan dengan perkembangan zaman,”ujarnya saat dihubungi Pagaralam Pos kemarin (6/8).

Lebih lanjut dikatakan Fikri, satuan harga yang tertera dalam Perda tentang retribusi daerah itu mengacu dengan keadaan saat itu, yakni pada 2011. Hal ini lanjut dia, tentu saja dimungkinkan sudah tak sesuai lagi dengan kondisi saat ini. Bila direvisi, maka satuan harga dalam Perda bisa berubah. Pada akhirnya pendapatan asli daerah (PAD) bisa terkatrol. “Ujungnya nanti adalah pada peningkatan PAD,”katanya.

Itulah sebabnya Fikri menambahkan, F-PKS sudah mengusulkan supaya revisi terhadap Perda tentang retribusi daerah kepada badan pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Pagaralam. Revisi Perda retribusi daerah diharapkan dapat diagendakan dalam masa sidang. Namun Fikri belum bisa memastikan lebih jauh lagi. “Tergantung dengan jadwal,”katanya.

Sementara itu Walikota Pagaralam Alpian SH mengakui, Perda tentang retribusi daerah sudah terlalu lama. Karenanya dimungkinkan untuk direvisi. Meskipun demikian Alpian menambahkan, sebelum direvisi, Perda tentang retribusi daerah perlu dianalisa terlebih dahulu. Ini untuk mendapatkan bagian-bagian yang memang perlu perbaikan.

Perda tentang retribusi daerah itu bernomor 9 tahun 2011. Dalam Perda ini retribusi daerah dijelaskan sebagai pemungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan Pemda untuk kepentingan orang pribadi atau badan.

Salahsatu bentuk retribusi ini adalah pelayanan parkir di tepi jalan umum. Tiap kendaraan yang parkir dikenakan tarif yakni Rp 500/sekali parkir untuk kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat dikenakan tarif parkir Rp 1000/sekali parkir. Sementara di lapangan, kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp1000-2000/sekali parkir. (pid11)

Previous Syawaf Jabat Dandim 0405
Next Perbaiki PAM Dempo Tengah!