Perbaiki PAM Dempo Tengah!


Foto: Ist
UNTUK RAKYAT: Rapat paripurna di gedung DPRD Pagaralam kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Fraksi PKS (F-PKS) DPRD Pagaralam merekomendasikan perbaikan jaringan pipa air minum (PAM) Kecamatan Dempo Tengah. Hal ini untuk membantu masyarakat di kecamatan itu yang kesusahan mencari air bersih tatkala kemarau. “Saat ini masyarakat mengambil air di sungai dan sawah untuk keperluan hidup sehari-hari,”kata Ketua F-PKS DPRD Pagaralam, Abdu Fikri Yanto SThI MAg, dihubungi Pagaralam Pos kemarin (7/8).

Kemarau memang membuat tak sedikit masyarakat di Kelurahan Karang Dalo dan Pelang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah kesulitan mencari air bersih. Ini karena sebagian besar warga di sana masih mengandalkan sumur yang kering ketika kemarau. Jaringan PAM memang sudah masuk dan dinikmati, tapi seringkali mengalami kerusakan. Misalnya saja lantaran faktor alam seperti longsor. Akibatnya pasokan air bersih kepada warga terganggu.

Itulah sebabnya F-PKS meminta Pemkot menganggarkan atau paling tidak mencari sumber dana lain untuk memperbaiki jaringan PAM tersebut. Jaringan pipa diminta untuk segera diperbaiki dengan cara dipindahkan dari lokasi yang rawan bencana alam. Sehingga pasokan air bersih kepada masyarakat kembali lancar. “Kita minta supaya kalau bisa tahun ini dianggarkan dalam anggaran perubahan,”kata Fikri.

Lebih lanjut Fikri mengatakan, PAM baiknya dijadikan sebagai badan layanan umum daerah (BLUD). Ini bisa membuat pemasukan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) meningkat. Di sisi lain, kalau jadi BLUD, PAM bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Pagaralam kemarin, persoalan PAM Dempo Tengah ini juga menjadi salahsatu rekomendasi yang disampaikan F-PKS. F-PKS juga merekomendasikan kepada Pemkot Pagaralam untuk merevisi Perda tentang retribusi daerah. Ini karena Perda ini sudah lawas yakni ditetapkan pada 2011. Dikhawatirkan Perda ini tak lagi sesuai dengan perubahan zaman. “Revisi terhadap Perda ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi daerah,”ucap Fikri menjelaskan. (pid11)

Previous Perda Retribusi Daerah Perlu Direvisi
Next Atensi Khusus Wilayah Timur