Pendaki Jatuh dari Lereng Merapi


Foto: ist Evakuasi: Tim evakuasi saat mendengarkan arahan persiapan pendakian, foto kedua rekan korban yang melapor di Posko Rimau.
Foto: ist
Evakuasi: Tim evakuasi saat mendengarkan arahan persiapan pendakian, foto kedua rekan korban yang melapor di Posko Rimau.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Seorang Pendaki yang tengah melakukan pendakian ke puncak Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagaralam Sumatera Selatan dikabarkan terjatuh dari lereng Merapi. Informasi yang dihimpun, kemarin (28/12) kecelakaan yang dialami pendaki yang bernama Roy (18) pelajar MAN asal Kota Palembang tersebut mengalami luka parah dengan kondisi kaki patah dan memar disekujur tubuh dan tidak bisa melanjutkan perjalanan turun dari Gunung.

Kepala BPBD Kota Pagaralam melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Kusmi Effendi membenarkan adanya laporan adanya pendaki yang jatuh tersebut. Ia mengatakan, untuk mengetahui kebenaran pihaknya langsung mengirimkan personel Basarnas untuk melakukan evakuasi.

“Info pertama kita terima tadi siang, namun sorenya sekitar pukul 16.00 WIB dibenarkan ada dua pendaki yang turun melalui jalur Rimau. Dari keterangan mereka, bahwa ada rekan mereka yang terluka karena jatuh dari lereng puncak merapi saat hendak turun menuju pelataran,” katanya seraya mengatakan dua orang pendaki yang turun bernama Yudi dan Wayan tak lain rekan korban yang bersama-sama melakukan pendakian pada hari Minggu sebanyak 25 pendaki.

Mendapat kabar adanya pendaki yang terluka jatuh dari lereng Merapi, lanjut Kusmi langsung mengirimkan tim untuk melakukan pengevakuasian. “Tim pengevakuasian pertama diberangkatkan sekitar pukul 15.30 WIB berjumlah enam orang. Selanujutnya sekitar pukul 19.00 WIB nanti menyusul tim kedua berjumlah 12 personel gabungan Basarnas dan BPBD menuju ke puncak untuk melakukan pengevakuasian melalui jalur Rimau,” katanya.

Ditambahkannya, informasi terakhir melalui HT (Handytalky) sekitar pukul 21.30 WIB, personel evakuasi yang diberangkatkan dihadapi dengan medan membahayakan lantaran jurang dan jarang pandang tak jelas dimalam hari. Belum lagi, cuaca yang tak mendukung, sejak sore awal keberangkatan tim evakuasi pertama melewati jalur pendakian diguyur hujan deras, dan berkabut.

“Tim pertama dibekali peralatan evakuasi terbatas, seperti senter, tandu, tali dan obat-obatan. Yang jelas, pengevakuasian kita instruksikan kepada petugas untuk berhati-hati karena bisa mengancam keselamatan bagi yang lain,” katanya seraya mengatakan hingga malam ini, tim masih melakukan komunikasi melalui handytalky (HT) dengan tim yang evakuasi yang sudah diberangkatkan. (06)

Previous Jadikan Momentum Meniti Profesi Sesuai Keahlian
Next Hujan Deras, Jalan Negara Amblas 50 Meter