Pembebasan Lahan Dinilai Masih Rumit


PAGARALAM POS, Pagaralam – Proses pembebasan lahan di area hutan lindung (Hutlin) mendapatkan sorotan serius. Diangkatnya persoalan itu menjadi tema besar dalam Rapat Koordinasi Apeksi Korwil II Sumbagsel Catur Wulan I, dibuka tadi malam. “Berdasarkan pengalaman, proses pembebasan lahan Hutlin sangat panjang,” ungkap Walikota Pagaralam, dr. Hj. Ida Fitriati MKes, pada sambutannya di pembukaan Apeksi.

Selain prosesnya panjang, lanjut Ida, luas lahan Hutlin yang bisa dibebaskan sangat sedikit. “Untuk Kota Pagaralam saja berdasarkan peraturan BPN, hanya boleh membebaskan lahan seluas 5 hektar (ha) saja. Keinginan tentu lebih dari itu,” bebernya.

Hal itu menurut Ida, sangat mengganggu proses percepatan pembangunan di suatu daerah, termasuk Kota Pagaralam. Kecepatan pembangunan bergantung dengan luas lahan yang ada.

Sementara itu, Ketua Apeksi Korwil II Sumbagsel, H. Helmi Hasan SE MM menyatakan, pelaksanaan Rakor Apeksi memiliki tujuan untuk mempercepat pembangunan. “Rakor Apeksi ini harus dirasakan manfaatnya untuk seluruh masyarakat,” papar Wako Bengkulu ini.

Ada yang menarik dalam pembukaan Apeksi pertama di tahun 2015 ini. Usai pembukaan, Wako Ida memberikan cenderamata kepada para peserta Rakor Apeksi. Cenderamata ini dalam bentuk batu akik asli Pagaralam, apalagi kalau bukan Raje Mendare. Menariknya, orang nomor wahid di Bumi Besemah ini mendapatkan cenderamata juga berupa batu akik. Batu akik ini berjenis red rafflesia berbentuk gelang, yang diserahkan langsung Wako Bengkulu, Helmi Hasan. (10/11/CE-V)

Previous Dirikan Posko Pantau Titik Pendakian
Next Alat Kesenian Minim