Pelda Aceng Dimutilasi Lalu Dibakar


PAGARALAM POS, Prabumulih – Personel gabungan dari Satuan Reskrim (Satres) Polres Prabumulih serta Unit Reskrim Polsek Gelumbang berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang anggota TNI bernama Pelda Aceng.

Pelaku tak lain adalah Budi Wawantoro (26) dan Edi, warga Desa Teluk Jaya Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Keduanya diringkus di kediamannya Jum’at sore (22/10) sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara dua pelaku lain berinisial Her dan PT yang ikut serta dalam tindakan pembunuhan tersebut saat ini masih dikejar petugas.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasatreskrim, Iptu Rendra Aditia Dani mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal saat istri korban, Senin (10/9) melapor ke Mapolres Prabumulih. Berdasarkan laporan istrinya, korban sudah meninggalkan rumah sehari sebelumnya untuk menagih hutang ke kediaman tersangka Wawan. “Kami kemudian berkoordinasi dengan Polsek Gelumbang untuk mencari korban ke rumah tersangka di Desa Teluk Jaya,” ujarnya.

Setelah melakukan koordinasi, Jum’at sore (21/10), petugas gabungan kemudian melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Di dalam rumah, petugas kemudian menemukan bercak darah. Tersangka Wawan ditangkap sesaat akan pulang ke rumah. “Setelah diinterogasi, tersangka mengaku telah membunuh dan memutilasi tubuh korban menjadi dua bagian,” katanya.

Tak berhenti sampai disitu, tersangka juga kemudian membakar potongan tubuh korban di sebuah kebun karet milik warga hingga menjadi abu. “Potongan tubuh itu dibawa ke Dusun Teluk Meranti dan dibakar. Kasusnya sekarang diproses oleh Polres Muara Enim. Tersangka juga sudah diserahkan,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Subdenpom II/4-1 Prabumulih, Kapten CPM Stevanus JDH saat dikonfirmasi wartawan mengatakan dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi yang dikumpulkan pihaknya, pelaku dan korban terlibat perkelahian di rumah pelaku. “Korban ini datang menagih hutang. Namun, tersangka tersinggung lalu terlibat perkelahian dengan korban. Pelaku lain yakni Ed, Her dan PT ini ikut mengeroyok korban hingga tewas. Kejadian ini juga disaksikan oleh ibu tersangka, HT,” tuturnya.

Stevanus menyebutkan jika Her dan PT saat ini sudah melarikan diri ke kawasan Bangka dengan mengendarai sepeda motor Honda Tiger. “Petugas juga sedang melakukan pengejaran untuk memburu keduanya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat korban mendatangi rumah pelaku di Desa Teluk Jaya Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim untuk menagih hutang. Hutang sebesar Rp 4 juta itu merupakan hutang saat pelaku bekerja di rumah makan korban di kawasan Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai Prabumulih. Ketika itu, pelaku kedapatan mengutil di rumah makan korban hingga menyebabkan korban mengalami kerugian sebesar Rp 6 juta. “Hutangnya itu baru dibayar Rp 2 juta. Jadi ada sisa Rp 4 juta. Waktu ditagih, pelaku ini tidak terima dan berkelahi dengan korban. Nah, adik-adiknya ini ada yang tidak terima dan mengambil kayu dibawah rumah dan memukulkannya ke kepala korban hingga korban tewas,” ujar salahsatu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Jarak antara kediaman pelaku dan tempat tersebut sekitar 5 Km. Sesampai di kebun karet yang cukup sepi, potongan tubuh korban lalu dibakar. PT dan Her menunggui api menghanguskan tubuh korban sementara pelaku Wawan dan Edi pulang ke rumahnya.

“Lalu istri korban melapor ke Mapolres Prabumulih. Dan bersama jajaran Polsek Gelumbang mendatangi rumah pelaku untuk mengetahui keberadaan korban. Ternyata pelaku mengaku jika korban telah tewas dibunuh olehnya,” kata sumber tersebut.

 

“Saat itu saya sedang di Palembang. Tapi, kalau dengar cerita warga memang ada anggota TNI yang tanya-tanya tentang pelaku. Tetapi saya tidak tahu apa itu korban yang dimaksud atau bukan,” ucap Kades Teluk Jaya, Basri Hambali. (Kos/jpnn)

#baca berita selengkapnya….terbit 25 Oktober 2016#

Previous Dua Desa Sarang Judi Dadu dan Togel
Next Miliki Potensi Wisata Dirgantara Sumsel