Pelajar Embat Sepeda Guru


Foto: Edi/Pagaralam Pos Curat: Kedua pelaku saat diperiksa penyidik Polwan di Mapolsek Pagaralam Utara, kemarin.
Foto: Edi/Pagaralam Pos
Curat: Kedua pelaku saat diperiksa penyidik Polwan di Mapolsek Pagaralam Utara, kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Ada-ada saja ulah anak baru gede (ABG) sekarang ini. Alasan tak ada uang untuk ke warnet, Heldi Adytia alias Ronal (16) dan Muhamad Fitra Tri Wahyudi (16), nekat embat sepeda. Parahnya, sepeda gunung yang mereka curi tak lain milik gurunya sendiri, Amrullah (42), warga Jambat Beringin, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara.

Informasi yang dihimpun, penangkapan kepada kedua tersangka setelah melakukan pengembangan atas laporan No.LP/B-14/I/2016/Sumsel/Res Pagaralam/Sek.PAU tanggal 19 Januari 2016 lalu. Anggota yang melakukan lidik mengetahui keberadaan tersangka.

“Heldi, alias Ronal tersangka pertamakali kita di sebuah PS di Talang Jawa, saat itu dia lagi duduk-duduk. Dari nyanyian tersangka kemudian kita bekuk rekannya Muhammad Fitra di kediamannya saat sedang tidur,” ujar Kapolres Pagaralam, AKBP Hendra Gunawan SIk MSi, didampingi Kapolsek Pagaralam Utara, Iptu Martono, melalui Kanit Reskrim, Aiptu Sutrisno, kemarin.

Kronologis pencurian yang dilakukan pelaku, diceritakan Sutrisno, malam kejadian, Senin (18/1) sekitar pukul 20.38 WIB pelaku berboncengan melintas mengendarai motor Yamaha YT tanpa Nopol dan melihat sepeda di dalam bengkel yang awalnya sudah direncanakan sejak siang.

Tanpa berpikir duakali, kondisi bengkel sepi, salahsatu pelaku (Fitra, red) mencuri sepeda dengan cara masuk dengan loncat pagar bengkel. Setelah masuk, sepeda dikeluarkan melalui celah dinding bengkel. Kemudian dibawa kabur diangkat ke motor. Atas kejadian pencurian tersebut keesokan paginya baru diketahui korban Amrullah, jika sepeda sudah raib di dalam bengkel, kemudian dilaporkan. “Kedua tersangka masih kita mintai keterangan sementara barang bukti sepeda sudah kita amankan,” ujar Sutrisno.

Menurut keterangan Fitra yang masih berstatus pelajar SMA kelas X di SMA PGRI, jika aksi nekat mereka sudah direncanakan sejak siang bersama Ronal, warga Talang Jelatang, Kelurahan Sido Rejo, Kecamatan Pagaralam Selatan. “Sepeda itu kami jual cuma 300 ribu, uangnya kami habiskan untuk jajan bersama kawan-kawan dan main PS di warnet,” ujar Fitra sera mengaku dirinya tak menyangka kalau sepeda itu adalah milik gurunya sendiri di sekolahnya. (10/06/CE-V)

Previous Lagi, Ladang ‘Daun Setan’ Ditemukan
Next Petakan Jalan Rawan Begal