Pegawai Pabrik Terawas Indah POM, 60 Persen Lokal


Foto : Agus/Pagaralam Pos
BEKERJA : Herman tenaga kerja lokal Desa Rantau Jaya, Kecamatan Karang Jaya melakukan pekerjaan di pabrik kelapa sawit Terawas Indah POM.

PAGARALAM POS, Muratara – Managemen PT PP London Sumatera (Lonsum) Palembang menyatakan 60 persen masyarakat lokal menjadi tenaga kerja di Terawas Indah Palm Oil Mill (POM) Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).




Kepala Humas PT PP Lonsum Palembang, Sohirin SE mengatakan masalah tenaga kerja di pabrik Terawas Indah Palm Oil Mill (POM) berdasarkan data di perusahaan mayoritas mempekerjakan tenaga kerja. 60 persen tenaga kerja lokal dari Desa Dusun V Rantau Jaya, Kecamatan Karang Jaya. Dengan total keseluruhan tenaga kerja mencapai 80 orang.




“Data tenaga kerja yang dimiliki telah disampaikan ke Dinas Ketenagakerjaan dan pihak Kecamatan. Semua yang bekerja merupakan warga sekitar perusahaan,” tegas Kepala Humas PT PP Lonsum Palembang, Sohirin SE. Selasa (02/10/2018).




Menurutnya, keberadaan pabrik Terawas Indah POM ini, khusus melakukan pengolahan buah kelapa sawit plasma masyarakat. Dimana, keberadaan kebun inti kelapa sawit hanya lima persen milik PT Lonsum sisanya 95 persen buah kelapa sawit plasma milik masyarakat. “Nah, pabrik ini memang khusus untuk kebun kelapa sawit plasma masyarakat dan 60 persen tenaga kerja lokal yang menggantungkan kehidupan di areal pabrik,” jelasnya.




Dia menjelaskan untuk pengolahan limbah manajemen PT PP Lonsum sangat memperhatikan aturan pengelolahan limbah. Dan secara periodik melaporkan hasil pemantauan lingkungan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan UPTD Laboratorium Hidup Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muratara juga melakukan turun melakukan pengecekan dilapangan.




Sementara itu, Ketua SPSI Terawas Indah POM, Hanafi mengatakan dirinya telah bekerja di pabrik Terawas Indah POM sejak tahun 2004 dan merupakan putra daerah asli dari Karang Jaya. Sehingga, mengetahui jelas siapa saja tenaga kerja lokal yang bekerja di lokasi pabrik. Sebab dirinya juga pernah bekerja di Kecamatan Karang Jaya.




“Kita juga memberikan laporan kepada Disnaker untuk masalah tenaga kerja. Diharapkan mari para putra daerah bersama-sama membangun daerah ini karena mayoritas tenaga kerja lokal yang mengantungkan hidup di pabrik plasma milik masyarakat ini,” kata Hanafi.




Sedangkan, Herman (40) Operator Pabrik Terawas Indah POM menuturkan, dirinya telah 13 tahun bekerja di pabrik tersebut. Bahkan, sejak awal berdirinya pabrik masyarakat banyak yang tidak mau bekerja di lokasi. “Dulu, tidak ada yang mau kerja disini pak, sekarang sudah banyak yang kerja dan mayoritas tenaga kerja lokal. Diharapkan jangan sampai masyarakat lokal yang menggantungkan hidup di pabrik ini menjadi korban pihak yang memiliki kepentingan sesaat. Karena, kami masyarakat tenaga kerja lokal sebagai garda terdepan,” pungkasnya. (mg01)

Previous YLKI Ancam Penjual Elpiji Diatas HET
Next Sengketa PAN Vs KPU