Pasokan Sayur Terancam Berkurang


PAGARALAM POS, Pagaralam – Harga sayur murah, benar-benar membuat modal petani yang telah dikeluarkan tidak kembali sempurna. Para petani enggan memanen sayurannya dalam jumlah banyak. Imbasnya, pasokan sayuran ke Kota Pagaralam terancam berkurang.

Salahsatu kawasan penghasil sayuran Kota Pagaralam adalah Talang Sakuat, Dusun Kerinjing, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara. Semenjak harga sayuran ‘jatuh’ hampir semua petani di kawasan ini mengurangi aktivitas panen.

Tedi, salahseorang petani sayuran Talang Sakuat mengungkapkan, dengan harga murah saat ini, dipanen atau tidak sama saja. Hitung-hitungan sama saja, tetap akan rugi. “Jumlah sayuran yang dipanen tidak banyak. Disesuaikan dengan jumlah permintaan pasar saja, sehingga kerugian tidak terlalu besar. Dalam panen butuh biaya besar, terutama untuk mengangkutnya dari lahan menuju agen,” ungkapnya seraya menambahkan hampir 50 persen pasokan sayuran Pagaralam berasal dari kawasan Talang Sakuat.

Seperti harga tomat yang dulunya Rp6.000/kilogram, kini menjadi Rp 800/kg. Harga cabai hijau, yang pernah mencapai Rp20 ribu/kg, kini menjadi Rp 3 ribu/kg.

Menurut Tedi, persoalan harga sebenarnya bisa ditanggulangi. Caranya, dengan melakukan terobosan di bidang pemasaran, terutama dari pihak-pihak terkait. Selain Palembang, sayuran Pagaralam bisa juga dijual ke daerah lain, misalnya dijual ke Bangka dan Batam. “Jika dijual ke dua daerah itu, harga sayuran Pagaralam akan lebih tinggi. Kalau dijual ke Palembang terus, harganya itu-itu saja,” papar Ketua RW 01 Dusun Kerinjing ini. (11/CE-V)

Previous Jalan Tanjung Cermin Mirip ‘Kubangan Kerbau’
Next Belasan PNS Terlibat Korupsi dan Penggelapan