Pasien RSUD Banyak Tak Milih


Foto : gusti/Pagaralam Pos TPS : pasien di RSUD besemah menyalurkan hak suara di TPS khusus, sedangkan di rutan warga binaan ikut memilih.
Foto : gusti/Pagaralam Pos
TPS : pasien di RSUD besemah menyalurkan hak suara di TPS khusus, sedangkan di rutan warga binaan ikut memilih.

*60 warga binaan napi menyalurkan hak suara

PAGARALAM POS, Pagaralam – Ditengarai tidak lengkap syarat menyalurkan hak suaranya, seperti tidak menyerahkan model A5, banyak pasien di rumah sakit umum daerah (RSUD) besemah kota Pagaralam yang tak nyoblos. Setelah dilakukan penghitungan, hanya 11 pemilih menyoblos dari total 39 mata pilih yang didata oleh PPS.

Ketua Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Midiansyah, didampingi Wahyono, petugas KPPS dibincangi kemarin (9/4) mengatakan, banyak yang tak menggunakan hak suaranya.

“Total mata pilih di TPS 10 atau khusus rumah sakit ini, 4 DPT yang diketahui pasiennya sudah pulang, ditambah 35 pemilih tambahan, namun yang menggunakan hak suaranya setelah kita rekap ada 11 suara sah,” paparnya seraya mengatakan dari 11 pemilih ini, 7 pemilih menggunakan KK dan KTP dan 4 pemilih menggunakan model A 5.

Lanjut dia, TPS 10 atau khusus yang disiapkan bagi pasien di RSUD Besemah kota Pagaralam awalnya kekurangan surat suara, itupun tanpa cadangan. Baik itu, untuk DPR RI, Provinsi, kabupaten/Kota dan DPD.

“Awalnya kita khawatir, kekurangan surat suara ini tidak bisa melayani jumlah pemilih tambahan yang ada di rumah sakit yang jumlahnya sekitar 35 pemilih hasil pendataan yang kita lakukan satu hari sebelum pencoblosan atau pada hari Selasa tanggal 8 April,” ujar Midiansyah.

Bagi pemilih tambahan, untuk menyuarakan hak suaranya harus ada bukti lembar model A5 atau surat pemberitahuan untuk pemilih tambahan dari TPS mereka mencoblos atau domisili mereka, ataupun mereka yang tak terdaftar dalam DPT bisa menggunakan identitas seperti KTP dan KK.

Pantauan di lapangan, adapun untuk pelaksanaan pemungutan suara di TPS khusus ini hanya dihadiri dari 4 saksi partai dan tak ada satupun saksi dari calon. Begitupun petugas PPS beserta Linmas membawa kotak suara melakukan jemput bola ke zal-zal yang ada di rumah sakit menyambangi pasien. Untuk pencoblosannya sendiri ada pasien yang masih dalam kondisi lemah dibantu oleh pihak keluarga pasien.

Sementara itu di lokasi lain, sebanyak 60 warga binaan Napi menyalurkan hak suaranya di TPS 17 cabang Rutan Pagaralam, dari 85 total warga binaan yang menghuni rutan. Mantan Walikota Pagaralam 2 periode H. Djazuli Kuris Unggul dengan perolehan 18 suara pemilihan Caleg DPR R1 Parpol Golkar. Sedangkan DPD diusung Parpol Nasdem yakni Percha Leanpuri dengan 20 suara, DPR Provinsi dari Parpol PKB Musridi Muis sebanyak 19 suara, sedangkan untuk DPR Kota, Parpol PKPI Kasno Pandri Tohari dengan 18 suara.

Masih dari pantauan di lapangan, adapun penghitungan di TPS khusus yang dilakukan penyelenggara pemungutan suara di Rutan, dilakukan di ruangan Mushala rampung sore sekitar pukul 17.00 WIB, untuk penghitungan suara Caleg mulai dari DPR RI, DPD, DPR Sumsel dan DPR Kabupaten/Kota. Sementara untuk mata pilih, tidak semua penghuni Rutan menyalurkan hak suaranya.

Adapun pada pelaksanaan, berlangsung dengan tertib dan sejumlah saksi Parpol dan saksi Caleg hadir dan diawasi langsung oleh Petugas Pengawas Lapangan, termasuk untuk di awal kesiapan Coblos, anggota Polsek Pagaralam Utara dipimpin langsung AKP Mursal Mahdi kroscek ke Rutan.

Kepala Cabang Rutan Pagaralam, Ridha Ansari AMd IP SH MSi, melalui Kasubsi Pelayanan Rutan dan Pengelolaan, Nurdin mengatakan, pelaksanaan Pileg di TPS 17 berlangsung aman dan lancar.

“Dari 85 penghuni Rutan ada 60 pemilih menyalurkan hak suaranya di TPS 17 ini. Dengan rincian 34 suara telah masuk DPT dan 26 pemilih tambahan,” ungkap Nurdin.

Sementara, dari hasil penghitungan bersama yang disaksikan para saksi Parpol dan Caleg, untuk DPR RI mantan walikota menjabat 2 periode (H. Djazuli Kuris, red) unggul, DPD Percha Leanpuri, DPR Provinsi Musridi Muis dan Kasno Pandri Tohari unggul untuk suara pemilihan DPR kota.

“Setelah kita rekap, untuk pemilihan ini ditemui 3 suara tak sah DPR RI, 6 suara tak sah DPD, 2 suara tak sah DPR Provinsi, sedangkan DPR Kota nihil suara tak sah,” ungkap dia seraya mengatakan, adapun rekap suara yang sudah kita hitung ini akan kita serahkan ke kelurahan. (06/CE-V)

 

 

Previous Wako, Pileg Pagaralam Berjalan Aman dan Lancar
Next TPS Porak Poranda Diterjang Puting Beliung