Pasangan Calon Pilkada Kota Pagaralam Mulai Mengerucut?



IdaNov CLBK, Gunawan-Yumisah, Ludi-Fachri, Alpian-Fadli
PAGARALAM POS, Pagaralam – Pilkada Pagaralam memang masih cukup lama, kurang lebih setahun lagi. Namun pasangan calon (Paslon) dikabarkan sudah mulai mengerucut. Para bakal calon (Balon) walikota disebut-sebut sudah menentukan calon pasangannya.




Informasi yang dihimpun Pagaralam Pos, duo incumbent, yakni Wako dr Hj Ida Fitriati MKes dan wakilnya, Novirzah Djazuli SE dikabarkan akan bersatu kembali di Pilkada 2018 nanti ‘Cinta lama’ antara keduanya dikabarkan bersemi lagi. Sementara itu, Balon Wako lainnya yakni Dr Ir Gunawan MT, dikabarkan menggaet Ketua DPC PDI P Kota Pagaralam, Yumisah SE sebagai calon wakilnya.




Adapun Ludi Oliansyah ST, yang saat ini tengah gencar mengumpulkan KTP, dikabarkan akan berpasangan dengan mantan Sekda, Drs HA Fahcri MM. Mereka akan maju lewat jalur independen. Sedangkan Alpian SH dikabarkan masih mantab dengan keputusannya dari awal untuk bergandengan dengan ketua DPD Partai Nasdem Pagaralam, M Fadli SE.




Pagaralam Pos mengkonfirmasi kebenaran tersebut langsung kepada para Balon tersebut. Senin malam (17/4), melalui whatsApp, Wako Ida menjawab konfirmasi Pagaralam Pos dengan gaya diplomatis. Saat ditanya kemungkinan akan berpasangan lagi dengan Novirzah, Ida menyatakan politik itu dinamis. “Segala kemungkinan bisa terjadi,” jawab Ida tanpa mau merincikan lebih jauh.




Adapun Novirzah tegas menolak kabar akan dipasangkan kembali dengan Ida. “Tolong ditegaskan. Saya tidak akan berpasangan lagi dengan Ibuk Ida,” ucap Novirzah dihubungi Pagaralam Pos, kemarin (18/4). “Biarpun dia (Ida) mengajak, saya tidak akan mau,” katanya lagi. Novirzah mengaku sudah memiliki nama lain sebagai calon pasangannya. Namun dia belum mau mengungkap nama tersebut. “Sudah ada. Tinggal diumumkan,” katanya.




Balon Wako yang disebut-sebut akan diusung Partai Gerindra, Gunawan, tenang menjawab kabar bahwa dirinya akan berpasangan dengan Yumisah. “Kalau isu, ya silakan saja. Tak jadi persoalan,” kata Gunawan.




Dijelaskannya, untuk pasangannya tergantung dengan hasil survei. “Survei yang menentukan,” ujarnya.




Sementara itu Yumisah, ketika dikonfirmasi Pagaralam Pos menyatakan, untuk saat ini belum bisa memberikan tanggapan apapun. Mantan Sekda HA Fachri terkejut ketika Pagaralam Pos mengkonfirmasi perihal kabar pencalonan dirinya bersama Ludi.




“Saya sendiri baru tahu itu,” kata Fachri, di balik telepon genggamnya. Karena itu dirinya heran, darimana kabar tersebut berasal. “Saya tidak punya niat lagi untuk nyalon di Pilkada. Sudah cukup di Pilkada 2013 dulu,” jelas Fachri.




Kendati demikian, Fachri mengakui bila ada Balon yang datang kepadanya untuk menanyakan perihal persyaratan pencalonan lewat jalur independen. Namun kata Fachri, Balon tersebut bukan bermaksud mengajaknya untuk nyalon lagi, tapi untuk belajar saja.




“Katanya dokumen pencalonan saya di Pilkada 2013 dulu paling rapi di antara calon independen lain,” ujarnya, perihal kedatangan Balon tersebut.




Dihubungi terpisah, Ludi Oliansyah ST menyatakan, bahwa kabar yang menyebut, jika dirinya akan menggandeng H A Fachri, dalam Pilkada 2018 mendatang. Ditanggapi dengan dingin dan santai.




“Belum ada, insya allah kita ada sendiri, sampai sudah ditetapkan sebagai calon Walikota Pagaralam di Pilkada 2018 nanti, baru kita akan rilis nama calon Walikotanya,” tutur Ludi dibincangi via handphone selularnya, kemarin.




Sementara itu M Fadli, menyatakan belum mau berpindah ke nama selain Alpian. Dirinya benar-benar serius berpasangan dengan Alpian di Pilkada nanti. “Sampai dengan saat ini saya masih berkoordinasi dengan Alpian. Kalau Balon lain belum,” kata Fadli. Tapi, lanjut Fadli, selaku ketua partai, dirinya terbuka untuk berkomunikasi dengan Balon manapun.




Saat dikonfirmasi perihal kabar akan berpasangan dengan wako Ida, Fadli menyatakan dirinya tak bisa memberikan jawaban lebih jauh. “Anda tanya langsung saja dengan incumben. Masak tanyanya dengan saya,” katanya.




Balon Wako lain dari Partai Nasdem, yakni Hermanto SH MSi, justru belum menentukan pasangan. Adapun mengenai hubungannya dengan Ketua DPW PBB Sumsel, Ir Armansyah MM, kata Hermanto itu baru sebatas koordinasi dan komunikasi. Kew -panggilan akrab Hermanto mengaku, untuk pasangannya tergantung dengan survei.




“Nanti strateginya pakai survei. Beberapa nama akan dipasangkan dengan saya, lalu disurvei. Hasil survei yang tertinggi itulah yang akan digunakan. Artinya peluangnya terbuka lebar,” urai Hermanto.




Namun, Hermanto cepat-cepat menjelaskan, survei bukan penentu utama baginya untuk memilih calon pasangan. Yang paling penting kata dia adalah kesamaan visi dan misi, yakni sama-sama anti korupi. “Kemudian juga faktor Parpol juga sangat menentukan,” tambahnya. (11/CE-V)

Previous Ganti Rugi Jalan Lingkar Barat Dikaji Ulang
Next Cerita Seru Alpian Ikuti Meratus Expedition (MEX) 2017