Panwas Dituding tak Bernyali


Foto: Edo/Pagaralam Pos.com
TIDAK PUAS: Dua Paslon Wako dan Wawako Pagaralam beserta tim mendatangi kantor Panwas Kota Pagaralam, Senin siang (11/6)

PAGARALAM POS, Pagaralam-  Dua pasang calon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam Ir Gunawan MT-Febrianto SSi SH dan Hermanto SH MSi- Ir Musabaqo mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilihan Kota Pagaralam Senin siang (11/6). Kedatangan dua Paslon ini guna menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Panwas Kota Pagaralam.




Pantauan Pagaralampos.com, dua Paslon dan tim itu datang ke kantor Panwas sekitar pukul 10.30 WIB. Kedatangan mereka disambut komisioner Panwas Pagaralam untuk kemudian kedua belah pihak melaksanakan pertemuan. Dalam pertemuan ini dua Paslon menyuarakan unek-uneknya. Pertemuan ini berakhir sekira pukul 12.00 WIB dengan tertib.




“Panwas tidak tegas,”ucap Cawako Pagaralam Hermanto SH MSi, ketika dihubungi Pagaralampos.com. Indikasi ketidaktegasan ini, menurut dia, terlihat dengan tidak ada tindak lanjut terhadap dugaan pelanggaran seperti pembagian Sembako. “Mestinya ditangkap. Ini sudah masuk kategori money politic,”tuturnya melanjutkan.




Senada diutarakan Cawako Pagaralam Ir Gunawan MT. Gunawan mengakui bila kedatangannya ke kantor Panwas karena tidak puas dengan kinerja Panwas. Gunawan menilai, Panwas Kota Pagaralam kurang tegas dalam melakukan penindakan.




“Panwas mestinya memahami aturan yang sudah ditetapkan,”ucap Gunawan ketika dihubungi terpisah.




Ditemui Pagaralam Pos di kantor Panwas, Ketua Panwas Kota Pagaralam Ihwan Nopri SE membantah bila lembaganya disebut tak bernyali. Ihwan memastikan, lembaga yang dipimpinnya menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.




Perihal penanganan dugaan pelanggaran menurut Ihwan, Panwas tidak bisa langsung melakukan penindakan. Setiap laporan dijelaskannya, mesti ditelaah dulu syarat formal dan materilnya. “Jadi, mungkin ini dulu yang perlu dipahami supaya tidak terjadi miss komunikasi,”ujar Ihwan.




Sebuah laporan maupun temuan, Ihwan melanjutkan, bila sudah dinyatakan lengkap syarat-syaratnya baru kemudian diregister. Setelah itu, laporan ini kemudian dirapatkan dengan seluruh komisioner Panwas untuk dijadwalkan untuk diklarifikasi dengan seluruh pihak terkait.




Ihwan menambahkan, Panwas juga tak memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan di tempat-seperti operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Menurut Ihwan, dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, tidak diatur kewenangan Panwas untuk melakukan penangkapan. “Yang bisa menangkap itu polisi,”katanya.




Meskipun demikian, Ihwan menerima kritik para Paslon tersebut dengan lapang dada. Ihwan menyebutkan, kritikan ini akan dijadikan masukan untuk memperbaiki dan membenahi kinerja Panwas Kota Pagaralam. Ihwan pun menyebutkan, ke depan akan meningkatkan koordinasi dengan Satgas Anti Politik Uang Polres Pagaralam.




Ditemui di tempat yang sama, Anggota Panwas Kota Pagaralam Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Mirian SE enggan berkomentar panjang lebar perihal kedatangan dua Paslon ke kantornya. “Lebih baik tanya dengan Pak Ketua,”ujarnya. (11/PP4)

Previous Tim IdaMan: Kami Merasa Didzholimi
Next PSHT Bagi-bagi Takjil dan Berbagi Kasih