Ooooiiii Kance…!!!! (Episode 12)


Foto: Ist/Pagaralam Pos

—Lanjutan

Dengansemua lika-liku di dalam perjalanan bisnisku. Kini aku dapat mengangkat ekonomi serta membahagiakan keluarga. Semua tidaklah berjalan dengan baik, dari jatuh, bangkit, tertipu dan diujinya kesabaranku. Hingga kini aku dapat merasakan jerih payahku, dan dapat bermanfaat untuk orang lain.Ada satu hal yang berkesan dalam perjalanku dan sampai saat ini tetap berkesan.




Sekitar tahun 2000, ketika aku mulai terjun ke dunia kontraktor kecil-kecilan, aku merencanakan langkah selanjutnya untuk mengisi kekosongan waktu, karena sebagai kontraktor kecil-kecilan hanya mengerjakan proyek selama 6 bulan atau 1 tahun sekali.Tentu saja aku tetap menjalakan usahaku yang sebagai supplier sayuran, namun aku merasa masih merasa kurang menarik. Ada keinginan untuk bepergian sembari berbisnis. Aku pun menjalankan bisnisku sebagai pengecer ubi rambat antar kota.




Dari Pagar Alam ke Bengkulu Selatan aku membawa banyak ubi rambat dengan mobil pick up kijang beserta 1 atau 2 temanku. Saat itu aku masih lajang, tapi ada saja perempuan yang menyukaiku, walaupun aku sedikit dekil hehehe… Karena merasa ada yang kurang ketika pulang tanpa membawa sesuatu, aku pun memperhatikan kondisi pasar disana, apa saja yang dapat aku bawa ke Pagar Alam untuk dijual. Ternyata disana ada beras dan kelapa.




Dulu 1 kilo ubi rambat dapat aku tukar dengan 1 buah kelapa. Sudah aku perhitungkan kalau kelapa harganya lebih mahal jika dijual di Pagar Alam. Terkadang aku sampai lupa diri, menukar ubi rambat dengan kelapa sampai mobil pick upnya tidak muat lagi. Aku titipkan beberapa kelapa ke rumah – rumah penduduk dekat pasar di Bengkulu Selatan. Ketika sayuran dan ubi rambat telah habis terjual di sana, barulah aku mengambil kelapa-kelapa tersebut dari rumah penduduk sekitar, pulang ke Pagar Alam pun tidaklah dengan tangan kosong, jadi pulang pergi dapat untung. Saat pulang tidak pernah mobil pick up ini kosong, selalu ada saja yang dapat aku jual kembali, seru dan asik yah, sambil bepergian tapi mendapatkan penghasilan.




Kini aku telah menjalin kerjasama dengan banyak pengusaha, seperti di dalam negeri bahkan sampai keluar negeri. Banyak pengalaman dalam hidup yang membuatku sangat bersyukur sampai hari ini. Semua berkat didikan orang tuaku, terutama ayah. Karena didikannya membuat aku menjadi anak yang mandiri dan pantang menyerah sejak kecil. Dari pada mencari, kenapa tidak menciptakan lapangan kerja sendiri saja? (Adv) ===Bersambung===

Previous Ooooiiii Kance..!!! (Episode 11)
Next Ooooiiii Kance...!!!! (Episode 13)