“Ncaleg Maseh nak Beduit”


Foto : Net

Sebulan Masa Kampanye, Tenaga dan Uang Ikut Terkuras
PAGARALAM POS, Pagaralam – Mungkin ada benarnya anggapan, untuk menjadi calon anggota legislatif (Caleg) mesti berduit. Dalam satu bulan masa kampanye misalnya, dana yang mesti digelontorkan Caleg sudah cukup besar.




Ketua DPD PAN Kota Pagaralam, Halipan Matsohan SSi, tak menampik bila masa kampanye menguras tak hanya tenaga, juga dana tak sedikit. “Itu pasti. Dalam perjuangan politik, pasti membutuhkan dana,” kata Halipan, kemarin (25/10).




Halipan yang nyaleg DPRD Provinsi Sumsel ini mencontohkan, untuk mencetak alat peraga kampanye (APK) yang jumlahnya cukup banyak, membutuhkan biaya tak sedikit. Belum lagi biaya untuk pemasangan dan lain sebagainya. Selain untuk APK, biaya juga dikeluarkan untuk operasional ketika mengadakan silatiruhim informal dengan para konstituen di Dapil. Namun bila dibanding-bandingkan, Halipan mengatakan, biaya untuk APK lebih besar ketimbang untuk silaturahim informal.




Sekretaris DPC PPP Kota Pagaralam, Sinta Puji Astuti SE juga mengakui bila untuk berkampanye dibutuhkan biaya operasional cukup tinggi. Biaya ini dicontohkannya, diperuntukkan misalnya untuk branding kendaraan, pembuatan dan pemasangan APK. “APK ini penting, karena dapat jadi alternatif bagi kami para Caleg agar dikenal masyarakat,” ucap Sinta.




Meskipun dana yang sudah dikeluarkan tak sedikit, Sinta yang nyaleg DPRD Pagaralam ini menganggapnya masih dalam tahap wajar. Ini merupakan resiko perjuangan. “Tapi, kalau untuk silaturahim dan bantuan sosial, itu bukan termasuk dalam kampanye,” tambahnya.




Sementara itu, Ketua DPK PKPI Kota Pagaralam, Kasno Fandri Tohari mengaku selama satu bulan masa kampanye, belum banyak mengeluarkan dana. APK tidak akan dicetak banyak-banyak. Bahkan lanjutnya, ada kemungkinan tidak akan membuat APK sama-sekali. “Saya akan lebih banyak mencetak stiker dan kalender saja. Ini menurut saya, lebih efektif dan efesien,” sebut anggota DPRD Kota Pagaralam periode 2014-2019 ini.

Mesti Lapor
Berapapun dana yang dikeluarkan Caleg, mesti dicatat dengan rinci. Sebab, KPU Kota Pagaralam meminta para Caleg menyampaikan pengeluaran dana kampanyenya. “Namanya LPPDK (Laporan Pengeluaran dan Penerimaan Dana Kampanye),” kata Komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Hukum, Hendri SE, beberapa waktu lalu.




Menurut Hendri, LPPDK Caleg wajib disampaikan melalui partai pengusung kepada KPU minimal tigahari sebelum berakhirnya masa kampanye. Bila tidak katanya, para Caleg akan terkena sanksi administrasi. “Kalau Caleg itu terpilih, tidak dapat dilantik,”sebut Hendri mengenai sanksi tak menyampaikan LPPDK.




Hendri menambahkan, selain LPPDK, para Caleg juga mesti menyampaikan Laporan Penerimaan Sumbangan Daya Kampanye (LPSDK) ke KPU. Laporan ini juga sifatnya wajib. Karena bila tidak, Caleg kata Hendri akan dikenakan sanksi administrasi. Inilah sebabnya Hendri menghimbau kepada seluruh Caleg dan partai taat aturan. (11)

Previous Tindak Tegas Warga Pasang Listrik Ilegal
Next Dua Anggota Dewan ‘Istirahat’ Nyaleg