Miliki Nilai Jual Tinggi, Jadi Daya Tarik Wisatawan


Foto: Madhon/Pagaralam Pos
BONGSAI KOPI: Panca beserta rekan memperlihatkan Robusta Bongsai Kopi Pagaralam, yang telah dipeliharanya sejak 8 tahun terakhir.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, pepatah ini nampaknya sangat tepat, dialamatkan kepada Panca Putra seorang petani Dusun Sukajadi, Kelurahan Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah.

Ide kreativitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kantor Camat Dempo Tengah, dalam mengolah tanaman Kopi Robusta, menjadi Robusta Bongsai Kopi Pagaralam selama 8 tahun membuahkan hasil.

Bila umumnya ukuran daun kopi, memiliki ukuran jauh lebih besar, berukuran panjang lebih kurang 15cm. Namun, beda halnya dengan daun Robusta Bongsai Kopi Pagaralam milik Panca ini, yang tak lebih 2cm hingga 3cm saja, begitu pun dengan ukuran batang kopinya, turut pula jauh lebih kecil, dibandingkan ukuran batang kopi umumnya.

“Ide menjadikan Kopi Robusta, sebagai tanaman Robusta Bongsai Kopi Pagaralam, ingin mencoba hal baru, sebab untuk bongsai kopi ini belum ada sama sekali,” ujar Panca.

Meski membutuhkan waktu yang lama, kata Panca, usaha dalam menjadikan bongsai kopi pun berhasil. Ternyata kopi juga bisa dibongsai. “Setidaknya, butuh waktu hingga 8 tahun, baru bisa menjadikan Rabusta Bongsai Kopi Pagaralam, baik dari batang hingga bagian daunnya kerdil sendiri,” ungkapnya.

Untuk bahan kopi yang dijadikan Bongsai ini, diakui Panca, bukan berasal dari biji kopi, melainkan kopi yang ada di kebun, dengan melihat karakteristik bentuk kopi itu, begitu dirasa cocok baru bisa dibongsai. “Karena rata-rata kopi yang berada di tempat atau tanah subur, bila dipindahkan ke pot akan mati, maka dari itu dibutuhkan betul-betul batang kopi yang bagus,” sebutnya.

Sementara, Dendy Setiabudi pemain tanaman Bongsai, yang sudah menekuni budidaya Bongsai sejak 20 tahun lalu mengatakan, melihat tanaman kopi yang bisa di bongsai ini, tentu merupakan suatu prospes yang baik, terlebin untuk keuntungan masyarakat itu sendiri.

“Di daerah Bromo Surabaya itu, sudah ada warga yang membongsai Mawar. Begitu Mawar ini di bongsai nilai jualnya lebih bagus lagi. Nah, bila kita lihat Bongsai Kopi ini tentu bisa dibilang tidak ternilai harganya,” seru Dendy.

Dendy menilai, bila kedepan Bongsai Kopi ini dikembangkan lagi, bukan tidak mungkin dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. “Seandainya, setiap caffe itu ada Bongsai Kopi, ini bisa menjadi daya tarik wisatawan, sehingga kedepan pula kreativitas kopi itu, tak hanya sebatas disedu dan menikmati aroma kopi, melainkan pula bisa dibuat Bongsai Kopi,” tuturnya.

Tidak menutup kemungkinan pula kata Dendy, pengunjung ataupun wisatawan dari luar Pagaralam, tertarik untuk membeli Bongsai Kopi ini. “Kalau boleh kita jujur, untuk di Sumsel ini belum ada Bongsai Kopi. Ini termasuk hal yang unik, tapi memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” pungkasnya. (Cg09)

Previous Weekend Tugu Rimau Dipadati Pengunjung
Next Banyak Catin Minta Jadwal Nikah Dimajukan