Mengenal Tradisi Memberikan Ibatan


Foto: Hendi/Pagaralam Pos SEDEKAH: Suasana sedekah di salahsatu rumah warga, belum lama ini.
Foto: Hendi/Pagaralam Pos
SEDEKAH: Suasana sedekah di salahsatu rumah warga, belum lama ini.

PAGARALAM POS, Pagaralam- Banyak ragam tradisi di besemah. Satu di antaranya tradisi ibatan. Tradisi ini bisa dijumpai dalam acara persedekahan. Sama seperti tradisi di besemah pada umumnya, memberikan ibatan juga memiliki makna yang dalam.

Anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah, menyatakan, memberikan ibatan pada saat acara persedekahan sudah ada sejak lama. “Dari dulu sudah ada,”kata Satar, ketika dijumpai Pagaralam Pos, di kediaman pribadinya, simpang dusun Petani, Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara, kemarin, (9/9).

Dikatakan, memberikan ibatan dilaksanakan dalam acara persedekahan. Yang menyediakan adalah ahli rumah. Sedangkan yang mendapatkan ibatan adalah mereka yang datang pada hajatan itu. “Ada tiga jenis ibatan. Ibatan ngambur, ibatan untuk dek beradik dan ibatan untuk orang begawe,”ulasnya.

Ibatan ngambur jelas dia, diperuntukkan bagi tamu ataupun undangan yang datang ke hajatan. Bentuk ibatan ini umumnya berupa bungkusan plastik yang di dalamnya terdapat aneka jenis makanan. “Kalau dulu, isi ibatan ngambur ini berupa aneka makanan tradisional. Seperti di antaranya dodol dan wajik. Sekarang tidak lagi,”tuturnya.

Sedangkan ibatan untuk dek beradek, adalah ibatan yang diperuntukkan bagi mereka yang terhitung kerabat dekat dengan ahli rumah. Maka,menurut Satar, isi ibatannya sedikit berbeda dengan ibatan ngambur. Kata dia, ibatan untuk dek beradek ini berupa gulai yang telah siap dimasak. “Gulai ini dimasukkan ke dalam kantong. Bentuknya macam-macam. Pokoknya yang dimasak di dalam persedekahan itu, ada dalam ibatan itu,”bebernya.

Sedangkan ibatan untuk orang begawe, diperuntukkan bagi orang yang telah datang untuk membantu persedekahan itu. Isi ibatannya kata Satar lebih lengkap daripada ibatan ngambur dan ibatan untuk dek beradik. “Tapi serba sedikit. Misal dodol sedikit, wajik sedikit, gulai sedikit,”sambungnya

Dijelaskan Satar, ibatan merupakan salahsatu bentuk ucapan terimakasih dari ahli rumah kepada orang yang datang di dalam persedekahannya. Baik itu para kerabat dekat, kerabat jauh hingga tamu biasa. “Juga sebagai tanda kenang-kenangan. Bahwa mereka sudah datang ke dalam persedekahan itu,”sambungnya.

Ketika tiba di rumah, orang yang diberi ibatan tersebut dapat membukanya. Di sinilah, isi ibatan bisa dinikmati semua anggota keluarga yang ada. Pada akhirnya semua anggota keluarga juga mencicipi makanan dari orang yang bersedekah itu. (11)

#baca berita selengkapnya…..terbit 17 september 2016#

Previous Aenean venenatis sapien quis enim tristique nec
Next Perburuan dan Pengrusakan Ekosistem Masih Sering Terjadi