Menata Alam untuk Wisata Meniti Pelangi, Kemah di Bukit


MASIH ALAMI : Wako Alpian mengunjungi Sungai Ayek Lawu di Dusun Gunung Agung Pauh beberapa waktu lalu. Sementara itu Gubernur Deru memetik jeruk di kebun Dusun Langur Indah.

PAGARALAM POS, Pagaralam- Jembatan berbentuk melengkung bewarna pelangi itu membentang sejauh kurang lebih 150 meter. Ketinggiannya sekira 30 meter. Pengunjung berjalan di atasnya dan lalu masuk ke dalam kompleks Sungai Ayek Lawu. Lokasinya di Sungai Ayek Lawu Dusun Gunung Agung Pauh Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara.

Itulah konsep penataan Sungai Ayek Lawu yang digagas Forum Keserasian Sosial (FKS) Margedipe Dusun Gunung Agung Pauh. “Kami ingin membuat semacam lokasi wisata baru,”ujar Burni, Ketua FKS Margedipe, ketika ditemui Pagaralam Pos Sabtu (26/12). “Kalau jadi, rencana ini akan kami laksanakan tahun depan (2021),”Burni melanjutkan.

Burni menjelaskan, jembatan pelangi itu merupakan salahsatu fasilitas pendukung.
Jembatan ini memudahkan pengunjung masuk ke dalam kompleks wisata. Mereka tak perlu lagi melalui jalan setapak. Sembari berjalan lanjut dia, pengunjung bisa menikmati pemandangan Sungai Ayek Lawu dari atas. “Jembatan semacam itu mungkin akan jadi satu-satunya di Sumsel,”ucap Burni.

Rencana itu tentu butuh modal yang tak sedikit. Karenanya, Burni bilang, pihaknya sudah mengajukan proposal kepada Kementerian Sosial. Juga ke Kementerian Pariwisata. Bila disetujui, barulah rencana itu dilaksanakan. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan Pak Walikota,”ucapnya.

Mengubah Belukar
Sementara itu sekelompok petani di Dusun Gunung Agung Pauh Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara mengubah belukar di puncak Bukit Tanjung Iran. Hasilnya adalah sebuah tempat wisata yang alami. Namanya adalah Shelter Coffee Break yang kini ramai dikunjungi wisatawan luar dan dalam Pagaralam. Bahkan sering wisatawan berkemah di sini. “Di samping wisata, kami ingin menjadikan shelter ini sebagai tempat edukasi kopi,”ujar Ketua Dewi Sekopi Besemah Anca Ndin melalui sekretaris Kris, ditemui Pagaralam Pos beberapa waktu lalu.

Kris bercerita, puncak Bukit Tanjung Iran itu dulunya diisi semak belukar dan pohon kaliandra. Pihaknya memutuskan membersihkannya. Sementara pohon kaliandra dipertahankan. “Dari puncak bukit ini, Gunung Dempo nampak jelas,”kata Kris sembari menambahkan, pembenahan akan terus berlangsung. Seperti membangun pos dan kamar kecil.

Menyulap Kebun Sayur
Mengapa harus di Sungai Ayek Lawu? Burni mengatakan, di sana memiliki terdapat kebun sayur selada. Yang ditanam di atas air yang mengalir. Kebun sayur selada ini ditanam di lahan yang berbentuk terasering. Sehingga ia melanjutkan, enak dipandang. Menyegarkan mata. “Selain itu, di sana juga ada Ayek Lawu. Rencananya kami akan buat wisata tubbing,”tambahnya.

Tak jauh dari kompleks Sungai Ayek Lawu terdapat rumah bersejarah. Yaitu rumah baghi. Selain memiliki ukiran, rumah ini pernah dijadikan sebagai markas pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia pada masa revolusi fisik 1947. Selain itu ada juga megalit berupa menhir. Maka, pengunjung kelak bisa mendapatkan tambahan pengetahuan sejarah di samping wisata alam. “Dan ekonomi masyarakat bisa terbantu. Misalnya bisa mereka membangun lahan parkir kendaran bermotor,”katanya pula.

Dihubungi Pagaralam Pos beberapa waktu lalu Walikota Pagaralam Alpian SH mengatakan, penggalian potensi wisata bisa dilakukan komponen masyarakat. Tapi ini sangat tergantung dengan kemauan yang kuat masyarakat untuk memulainya. (pid11/Mg01)

Previous ABG Kepergok Mencuri Cabai
Next Empat Lawang Ajukan 1000 Formasi CPNS