Melawan Golput di Tahun Politik


JAKARTA – Aroma politik begitu kental tercium di tahun 2014. Ada sejumlah akrobat politik-pun  dilakukan baik dari Partai Politik (Parpol) hingga calon legislatif  yang akan bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan. Dari sekedar membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, hingga memasang wajah caleg atau lambang parpol.

Politik pencitraan yang berjaya pada pemilu lalu, diprediksi akan meredup. Hal tersebut lantaran sejumlah kasus korupsi yang melilit para politikus menjadi faktor yang menyebabkan masyarakat enggan untuk melirik partai politik, atau caleg.

Belum hilang dalam ingatan kita dalam pelaksanaan Pemilu Presiden 2009, jumlah warga yang golput, atau masyarakat yang tak menggunakan hak pilihnya sebesar 49.677.776 atau 29, 0059 persen. Jumlah itu, secara resmi juga dimaktubkan dalam surat penetapan KPU mengenai perolehan suara nasional pemilu legislatif. Total pemilih yang menggunakan hak suaranya 121.588.366 dari total daftar pemilih tetap (DPT) 171.265.442.

LSI menemukan kepercayaan masyarakat terhadap elit politik menurun sebesar 17 persen sejak tahun 2005, survei menunjukkan ketidakpercayaan publik terhadap elit politik sebesar 34,6 persen, pada 2009 39,6 persen dan pada Juli 2013, sebanyak 51,5 persen ketidakpercayaan publik terhadap elit politik.

Hal tersebut membuat para calon legislatif (caleg) harus kerja ekstra keras untuk dapat mengambil simpati dari masyarakat dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap partai politik. Beberapa sudah ada yang memulai dengan melakukan perang spanduk dan baleho, sementara beberapa ada yang melakukan gerilya dengan berkomunikasi dengan warga yang berada di dapilnya. Cara ini kurang memberikan nilai positif bagi sang caleg, sebab malah membuat daerah tersebut terlihat kotor dan semberawut.

Beberapa nama coba diusung Partai Politik agar mampu meluluhkan hati rakyat yang terlanjur acuh. Sebut saja Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mulai mengusung Rhoma Irama, Mahfud MD dan Jusuf Kalla untuk bertarung dalam pemilu presiden (Pilpres) 2014. Semoga saja berbagai usaha yang dilakukan, baik oleh caleg maupun partai politik mampu membendung kemenangan golput di tahun politik 2014. (jpnn/CE-V)

Previous Rumah Warga Hangus Terbakar
Next Subangkit Cenderung Pilih Pola 4-2-3-1