Masih Tunggu Revisi SK, Kampanye Malam Direm Kudai!


Foto: Pidi/Pagaralam Pos
ALOT: Rapat koordinasi antara KPU bersama tim pemenangan beserta Polres Pagaralam berlangsung alot. Rapat ini membahas tentang kampanye tatap muka dan dialogis di malam hari.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam harus menunda keinginannya berkampanye tatap muka dan dialogis pada malam hari. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan masih harus berkonsultasi lebih dahulu dengan KPU Provinsi Sumatera Selatan. Adapun pihak Kepolisian Resor (Polres) Pagaralam memandang kampanye di malam hari rawan memicu konflik.




Ketua KPU Kota Pagaralam, Yenli Elmanoferi SE MSi mengakui, bila dalam kampanye tatap muka dan dialogis di malam hari sudah disepakati secara bersama antara KPU dengan tim Paslon. Kesepakatan yang digelar pada Selasa lalu ini (27/2) ini pun sudah dituangkan dalam berita acara yang sudah diteken bersama-sama pula.




Kendati demikian, Yenli menyatakan hal itu bukan berarti serta merta membuat jadwal kampanye, yang sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU sebelumnya langsung berubah. “Berita acara baru kesepakatan. Yang produk hukum itu SK KPU,” ucap Yenli menjelaskan saat ditemui Pagaralam Pos usai rapat koordinasi lanjutan antara KPU bersama tim pemenangan Paslon dan Polres Pagaralam di kantor KPU.




Karena itu Yenli menyebutkan, sampai dengan saat ini jadwal kampanye yang sebelumnya sudah disusun berubah. Jadwal kampanye masih tetap seperti semula, yakni dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Paslon baru boleh kampanye dialogi dan tatap muka di malam hari ketika sudah ada revisi SK jadwal kampanye dari KPU.




Revisi SK ini menurut Yenli, tergantung dengan hasil kajian dari KPU Provinsi Sumsel. “Harus kami konsultasikan dulu dengan KPU Provinsi Sumsel. Kalau katanya boleh, (jadwal kampanye) akan kami tinjau lagi. Tapi keputusan akhir tetap ada pada KPU Kota Pagaralam,” ucap Yenli.




Menyikapi adanya Paslon yang menjadwalkan untuk menggelar kampanye tatap muka dan dialog pada malam hari, Yenli mengimbau untuk menundanya sampai terbitnya SK jadwal yang baru. “Direm-rem dulu. Panwas nanti yang akan mengawasi,” ujar dia didampingi komisioner Irfan AMd. (11)

Previous Hidup Sehat, Kadisdikbud Ajak Seluruh Pegawai Olahraga
Next Kampung Sehat, Ubah Lingkungan dengan Penuh Warna