YLKI Ancam Penjual Elpiji Diatas HET


Foto : Heru/Pagaralam Pos
TUNJUKKAN : Ketua YLKI Lahat, Sanderson Syafe’i menunjukkan stok elpiji mahal disalah satu warung warga, Selasa (2/10).

PAGARALAM POS, Lahat – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya, mulai gerah dengan kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kota Lahat. YLKI bahkan memberikan peringatan keras kepada para pengusaha pangkalan, ataupun warung, untuk tidak coba-coba melakukan penimbunan gas, dan menjualnya diatas harga eceran tertinggi (HET).




“Kalau sampai kedapatan kita akan merekomendasikan Surat Keterangan Usaha (SKU) pangkalannya dicabut. Juga agar tidak akan diberi pasokan gas lagi dari Pertamina,” tegas Sanderson Syafe’i. ST. SH, Ketua YLKI Lahat, Selasa (2/10).




Menurut Sanderson, ketegasan itu karena cukup banyak pangkalan yang menjual elpiji 3 kg di atas HET Rp 16.500 per tabung. Bahkan dirinya sempat menyaksikan langsung, ada pangkalan yang terang-terangan menjual Rp 18.000 di tempatnya. Akibatnya, harga di warung eceran pun meroket hingga memberatkan masyarakat yang tidak mampu.




“Padahal, di plang pangkalan jelas-jelas terpampang HET-nya Rp 16.500 per tabung. Ini jelas berpengaruh saat di warung eceran, yang bisa menembus Rp 23.000 per tabung. Bahkan di Desa harganya menembus Rp 30.000 per tabung,” bebernya.




Sementara, Iwan (40) pemilik warung di Desa Datar Serdang, Kecamatan Kikim Timur mengatakan, dirinya menjual gas elpiji 3 kg dengan kisaran harga Rp 23 -25 ribu, karena dirinya membeli dari agen juga dengan harga yang tinggi. Dengan alasan untuk mengganti ongkos transport, karena barang dikirim langsung ke warung. “Ya mau bagimana lagi. Padahal kita juga binaan mereka, sudah jadi kewajiban pangkalan barangnya harus diantar langsung ke kita,” ucap Iwan. (mg02)

Previous Kondisi Memprihatinkan, GSG Bakal Direhab
Next Pegawai Pabrik Terawas Indah POM, 60 Persen Lokal