Laporkan Pelaku Pembawa Pohon Panjang Umur


PAGARALAM POS, Pagaralam – Aksi pengerusakan hutan, khususnya di kawasan Gunung Dempo akibat ulah oknum tak bertanggungjawab, dalam hal ini dilakukan beberapa pendaki, Pemkot Pagaralam dalam hal ini Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kota Pagaralam menyerukan, jika ditemukan pelakunya untuk segera melapor.

“Kita serukan, jika ditemukan ada oknum yang melakukan pengerusakan atau menebang, terlebih membawa turun tanaman atau pohon dari kawasan lindung, untuk segera melapor. Jika perlu ditangkap dan dibawa ke pihak berwajib,” ungkap Kadishutbun Kota Pagaralam, Ir M Syarbani, didampingi Kabid Inventarisasi dan Tata Guna Hutan, Agus Budiman SHut kemarin.

Dia membeberkan, seruan untuk melaporkan jika ada temuan tersebut bukan tanpa alasan. Sudah jelas diatur dalam Undang-undang No.41 tahun 1999 tentang kehutanan, dalam pasal 50 ayat 3 huruf m, dijelaskan; setiap orang dilarang mengeluarkan, membawa dan mengangkut tumbuhan dan satwa liar yang tidak dilindungi undang-undang yang berasal dari kawasan hutan tanpa izin pejabat yang berwenang.

Sanksi jelas ada, tegas Syarbani. “Dalam pasal 78 ayat 12 juga dijelaskan, barang siapa dengan sengaja melanggar sebagai mana diatur dalam pasal 50 ayat 3 pelaku diancam pidana penjara paling lama 1 tahun dengan denda Rp50 juta.

“Karenanya, siapun yang melihat tidak mesti aparat berwenang yang menindak, warga atau siapapun tak hanya harus melapor, namun juga bisa menangkap dan menyerahkan ke pihak berwenang untuk diproses,” ulas dia.

Hanya saja untuk pengawasan hal tersebut tidak mesti dari aparat kepolisian misalnya, ataupun dari pihak Dishutbun melalui personel TPPH yang tergabung dalam Komisi Pengawasan Hutan (KPH) Pagaralam. Namun juga perlu adanya partisipasi masyarakat untuk melaporkannya.

“Pengawasan hutan Dishutbun hanya mengandalkan personel TPPH yang jumlahnya terbatas, yakni sekitar 30 personel. Yang bertanggungjawab mengontrol luas hutan lindung mencapai 25 ribu hektar, tersebar di sejumlah kecamatan. Termasuk di hutan lindung di Gunung Dempo,” singgung dia.

Kendati demikian, untuk pengawasan dengan keterbatasan personel, pihak Dishutbun tetap berupaya maksimal di lapangan. Namun tak terlepas dukungan masyarakat, jika melihat jangan dibiarkan. Juga rencananya akan mendirikan pos pengawasan hutan di pintu masuk pendakian Gunung Dempo. “Kedepan, untuk mempertegas imbauan larangan dan sanksi bagi pelaku, melalui instruksi Walikota, Dishutbun sudah menyiapkan draf Perda yang mengatur masalah larangan serta sanksi membawa turun tanaman pohon panjang umur yang kerap jadi incaran para pendaki yang naik Gunung Dempo,” ungkap Syarbani. (06/CE-V)

Previous Mutasi Bocor, Kinerja Pejabat Ogah-ogahan
Next MCB Terbakar Pertanda Pemakaian Berlebihan