Lansia Hanyut Nyeberang Sungai


Foto: Adi/Pagaralam Pos Tragis: Jasad Fatima ditemukan dalam kondisi sudah tak lagi bernyawa.
Foto: Adi/Pagaralam Pos
Tragis: Jasad Fatima ditemukan dalam kondisi sudah tak lagi bernyawa.

PAGARALAM POS, Empat Lawang – Sungai Selepah, yang berada di wilayah Kecamatan Talang Padang, memakan korban jiwa. Wanita lanjut usia (Lansia), Fatima (60) warga asal Merasi, Kabupaten Musi Rawas (Mura), tewas setelah hanyut terbawa arus Sungai Selepah. Kejadiannya, Selasa (19/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu korban dan suaminya yang berprofesi sebagai petani ini hendak pulang dari kebun durian di kawasan Desa Talang Durian, Kecamatan Talang Padang.

Mereka nekat menyeberangi aliran Sungai Selepah yang arusnya tidak terlalu deras lantaran tidak ada jembatan. Saat menyeberangi sungai, korban membawa kinjagh (keranjang) yang berisi beberapa buah durian. Tapi setelah mereka berada di tengah sungai, arus sungai tiba-tiba deras. “Korban diduga terpeleset dan kepalanya terbentur batu sungai, sehingga korban tak sadarkan diri, lalu hanyut,” ujar Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka SIk, melalui Kapolsek Talang Padang, Iptu Hariyanto, kemarin.

Suami korban berusaha menyelamatkan korban. Namun tidak sempat, karena arus sungai cukup deras. Korban berhasil ditemukan sekira pukul 16.30 WIB, sekitar lima kilometer dari lokasi korban hanyut. “Kami bersama warga setempat bersama-sama mencari keberadaan korban. Ketika ditemukan, korban hanya mengalami luka lecet di bagian pelipis matanya. Mungkin terbentur batu, sehingga menyebabkan korban tak sadar,” bebernya.

Dijelaskan Kapolsek, korban datang ke Kecamatan Talang Padang untuk melihat sekaligus membersihkan kebun durian. Saat hendak pulang mereka membawa beberapa buah durian yang diangkut menggunakan kinjagh. “Ketika ditemukan, korban sudah meninggal. Saat ini korban sudah dibawa ke kediamannya di Merasi,” pungkasnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk berhati-hati menyeberangi sungai. Bila perlu jangan dulu menyeberang sungai. Karena sekarang masuk musim panghujan dan bisa menyebabkan arus sungai yang awalnya tidak deras tiba-tiba deras. (07/CE-V)

Previous 180 Rumah, 130 ha Sawah Terendam Banjir
Next Mobil Angkot Linggau Ditodong