Kurang Rumbel, Guru dan Siswa Terpaksa Belajar di Gudang


Foto : Vilkodri/Pagaralam Pos
BELAJAR DI Gudang : Tampak guru dan siswa SD N 2 Noman, ketika belajar di gudang

PAGARALAM POS, Muratara – Akibat kekurangan ruang belajar, sebahagian siswa SD Negeri 2 Noman, Desa Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) harus belajar di gudang sekolah. Ruangan yang mulanya digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang bekas dengan inisiatif gurunya, hingga disulap menjadi ruang belajar.

Namun miris, gudang yang berukuran kurang lebih 4×4 meter itu, kondisinya sekarang sudah tidak layak untuk digunakan sebagai ruangan untuk melaksanakan proses belnajar mengajar. Karena banyak dinding yang bolong dan juga masih terdapat barang-barang bekas di dalam gudang tersebut.




Menurut keterangan Kepala SD N 2 Noman, Harisandi, siswa mereka sudah belajar di ruangan tersebut lebih dari dua tahun belakangan ini, hal itu terpaksa dilakukan untuk menutupi ruang belajar yang masih kurang.”Sekolah hanya memiliki lima Rumbel, sedangkan di sini, ada 7 kelas siswa yang harus menjalani proses belajar mengajar setiap harinya. Menutupi kekurangan Rumbel tersebut, terpaksa gudang kita sulap menjadi salahsatu rumble,” kata Harisandi, Kamis (12/12).

Dia mengakui bahwa, sekolah yang dipimpinnya bukan tidak mendapat perhatian dari Pemerintah, akan tetapi minimnya pembangunan ini, di akibatkan karena permasalahan sengketa lahan. “Sebenarnya pada beberapa tahun lalu, pembangunan gedung belajar sudah dilakukan, akan tetapi menjadi terhambat setelah ada permasalahan sengketa lahan di sekolah, namun hal itu saat ini telah terselesaikan,” jelasnya.




Dengan selesainya sengketa lahan, pihaknya sangat berharap upaya pemerintah untuk kembali membantu pembangunan di Sekolah, agar anak didik dapat belajar di kelas yang layak. “Permasalahan kini sudah usai, kami berharap Pemerintah dapat membantu, mengingat sejak pemekaran, sekolah yang berdiri di tahun 1982 hanya di rehab, dan ada pembangunan namun belum terselesaikan,” harapnya.

Pihaknya juga meminta, selain dibangunkan rumble, besar harapan mereka agar ruang Guru, Pagar Sekolah juga dapat dibangun. Karena, sekolah belum memiliki ruang Guru dan Pagar “Karena belum adanya pagar, sekolah kita sering dimasuki hewan, jadi tanaman banyak rusak, ruang guru juga belum ada, selama ini kita guru menumpang di ruang kelas,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Kadisdik Muratara Sukamto mengatakan, bahwa pemerintah sudah menganggarkan dalam APBD 2020 untuk Sekolah SD N 2 Noman. “Sudah dianggarkan di APBD 2020, namun nominalnya berapa saya lupa, jelasnya setelah sengketa lahan selesai dan kejelasan surat menyurat lengkap, kita sudah bergerak untuk membangun sekolah itu,” kata Sukamto.




Berkaca pada persoalan SD N 2 Noman, pihaknya berharap kepada semua sekolah di Kabupaten Muratara agar tertib dalam administrasi, termasuk administrasi hibah lahan sekolah. “Masih banyak sekolah di Muratara yang administrasinya masih kurang, sudah kita katakan agar administrasi secepatnya dilengkapi, supaya tidak ada lagi sengketa karena ketidak jelasan administrasi sekolah,” harapnya. (Vil23)

Previous Disperindag Sosialisasi ke Puluhan PKL Tebing Tinggi
Next 70 TKA Asal Cina "Nguli" di Lahat