Kreatif dan Cukup Langka, Caleg PKPI Ini Promosi Lewat Kopi Tubruk Sachet


Foto: dok/Pagaralam Pos
Kasno Fandri Tohari. INSERT: kemasan kopi tubruk bergambar Fandri Ikan.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Sembari mengacungkan ibu jari dan kelingking secara bersamaan. Kasno Fandri Tohari nampak tersenyum. Gambar Fandri Ikan-sapaan akrab Kasno Fandri Tohari- ini bukan ada pada spanduk dan kalender. Tapi di dalam kemasan kopi tubruk bewarna merah berat 5 gram. “Palah kite ngopi,” demikian bunyi salahsatu tulisan yang tertera di kemasan bagian depan.




Pada kemasan itu juga tertera keterangan Fandri Ikan, sebagai seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari PKPI. Tak heran karena Fandri merupakan Ketua DPK PKPI Kota Pagaralam yang sampai saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Kota Pagaralam.




Begitu diposting di facebook, dengan segera kemasan kopi tubruk bewarna merah dan putih bergambar Fandri Ikan itu menuai banyak respon. Banyak yang memberikan tanda like, tak sedikit yang berkomentar. Fandri pun meladeni komentar ini satu per satu.




Dihubungi Pagaralam Pos, Rabu (19/12) Fandri menjelaskan, kopi tubruk dalam kemasan itu untuk dibawa ketika bersilaturahim dengan penduduk dan keluarga. Ketika datang, maka kopi tubruk dalam kemasan itu dibuka lalu diseduh, untuk kemudian dinikmati bersama-sama. Ini diakui Fandri, sesuai dengan tradisi masyarakat Besemah yang lekat dengan minum kopi ketika bertamu. “Jadi, bukan sekedar sebagai bahan untuk kampanye,” tuturnya.




Fandri menyebut, sudah membuat kopi tubruk dalam kemasan sebanyak 2.000 bungkus. Dari jumlah ini, diperkirakan Fandri, yang dibawa ketika berkunjung ke rumah penduduk kurang lebih 500 bungkus. “Rasanya, dalam waktu dekat, 2.000 bungkus itu akan habis juga,” katanya pula.




Fandri yakin penggunaan kopi tubruk dalam kemasan itu tidak menyalahi aturan Pemilu. Sebab ia menyebutkan, satu bungkus kopi tubruk harganya tidak lebih dari Rp 2 ribu. Sebuah harga yang katanya, sama seperti kopi kemasan sachet yang acap dijual di warung-warung.

Ide dari Bengkulu
Fandri mengakui memakai kopi tubruk dalam kemasan di Pemilu merupakan hal yang langka. Jarang ada Caleg yang menggunakan cara yang seperti ini. Tapi, Fandri mengatakan, bukan berarti bahan kampanye seperti kalender dan stiker tak dibuat. “Stiker dan kalender tetap saya buat. Tapi jumlahnya tidak banyak,” ucapnya.




Latar belakangnya?Fandri bercerita, ide ini didapat setelah mendapatkan masukan dari seorang kawan di Bengkulu. Masukan ini dirasa Fandri klop, mengingat Pagaralam merupakan daerah penghasil kopi. “Bukan tidak mungkin, kedepan kopi tubruk sachet Pagaralam bisa dijual di warung-warung,” katanya. (11)

Previous Joncik Targetkan 100 Pemuda Wirausaha Baru
Next Masyarakat Digegerkan Penemuan Mayat Tanpa Identitas