KPU Belum Punya Alternatif Pengamanan Data Pemilu


JAKARTA –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan membatalkan kerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) terkait pengamanan data Pemilu 2014. Pascapembatalan itu, KPU belum mempunyai langkah alternatif lain untuk mengamankan data pemilu. “Kami sementara ini masih mengandalkan kemampuan internal, karena untuk membangun aplikasi kita, lalu sebagian bekerjasama dengan perguran tinggi untuk pengamanan data,” kata Ketua KPU Husni Kamil Manik.

Ia mengatakan, DPR memang sempat mengusulkan pembentukan konsorsium khusus untuk melindungi teknologi informasi data KPU. Dalam konsorsium itu dapat pula dilibatkan Lemsaneg. Tetapi, menurutnya, pihaknya belum berencana untuk menggandeng konsorsium. “Untuk sementara cukup memadai pengamanan internal kami, mudahan-mudahan juga bisa melindungi data pemilu,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya hingga sekarang, belum ada pihak mana pun yang secara resmi menawarkan bantuan untuk mengamankan data pemilu. KPU akhirnya memenuhi tuntutan banyak pihak untuk membatalkan kerjasama dengan Lemsaneg terkait pengamanan data Pemilu 2014.

Husni menuturkan, pembatalan itu dilakukan demi menghentikan kontroversi di antara banyak pihak, terkait kerjasama dua lembaga negara itu. Dikatakannya, pihaknya ingin mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang diterima dan didukung publik. “Pembatalan ini bertujuan menghentikan pro dan kontra kerjasama ini,” terangnya.

KPU dan Lemsaneg menjalin kerjasama dalam menangani data pemilu. Disebutkan, kerjasama melingkupi lima aspek. Pertama, penyediaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia dalam pengamanan sistem dan jaringan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2014. Kedua, penyediaan perangkat dan sistem pengamanan data dan informasi dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2014.

Ketiga, pengamanan dokumen elektronik dan distribusinya dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2014. Keempat, pengamanan data center dan perangkat yang digunakan dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2014. Kelima, pengamanan data elektronik dan komunikasi pimpinan KPU. (jpnn/CE-V)

Previous KPK “Dalami” Pilkada Banyuasin
Next 10 Daerah Rawan Konflik Saat Pemilu 2014