Konten Berita Banyak Gali Potensi Lokal


Foto: Madhon/Pagaralam Pos BACA RUBRIK : CEO Jawa Pos Group area Sumbagsel, H Muslimin membaca secara cermat, rubrik berita dan tampilan koran Harian Umum Pagaralam Pos Koranne Jeme Besemah.
Foto: Madhon/Pagaralam Pos BACA RUBRIK : CEO Jawa Pos Group area Sumbagsel, H Muslimin membaca secara cermat, rubrik berita dan tampilan koran Harian Umum Pagaralam Pos Koranne Jeme Besemah.
Foto: Madhon/Pagaralam Pos
BACA RUBRIK : CEO Jawa Pos Group area Sumbagsel, H Muslimin membaca secara cermat, rubrik berita dan tampilan koran Harian Umum Pagaralam Pos Koranne Jeme Besemah.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Muatan konten berita lokal, harus lebih diperbanyak lagi dikupas, jangan sampai berita-berita daerah luar, jauh lebih lebih banyak ketimbang dari berita lokal setempat.




Catatan kecil ini, diberikan langsung CEO Jawa Pos Group area Sumbagsel, H Muslimin, tatkala singgah di Graha Pena Harian Umum Pagaralam Pos, Jalan S Parman No.34 RW 05 RT 15, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara, kemarin (26/1).  “Secara umum, tampilan koran Harian Umum Pagaralam Pos, sudah sangat bagus dan menarik dibaca. Hanya saja redaksinya harus terus gali potensi lokal setempat, dengan fokus di daerah sendiri, serta perbanyak muatan konten berita lokal,” ujar Muslimin.




Dikatakan Bang Min sapaan akrabnya, masyarakat selaku pembaca lokal, menginginkan sajian informasi yang berada di lingkungan sekitar mereka, yang tak tersebar di media lain. Begitu juga dalam pemilihan judul berita, sekali-sekali tidak mengapa menggunakan bahasa lokal setempat. “Judul berita menggunakan bahasa lokal tidak masalah, tapi hanya digunakan sekali-sekali saja, jangan sampai secara terus menerus, karena penikmat berita lokal di Pagaralam, tidak hanya masyarakat setempat, melainkan cukup beragam dan ini yang perlu disikapi oleh seorang Redaktur Pelaksana (Redpel) koran lokal,” terangnya.




Bang Min mencontohkan, seperti di daerah Jawa Barat, koran lokal setempat seringkali mengangkat berita dari luar daerahnya, berita daerah Bandung ataupun berita Jakarta, karena beranggapan berita-berita dari daerah luar lebih hebat. “Muatan koran lokal seringkali terjebak disini, padahal ini adalah cara yang keliru,” katanya.




Agar koran lokal bernilai jual, Bang Min berpesan, muatan konten berita lokal harus lebih diperkuat lagi, dengan terus menggali potensi daerah setempat. “Seorang redaksi surat kabar, harus mengetahui potensi lokal daerah tersebut, sehingga informasi yang disajikan betul-betul menyentuh keinginan masyarakat selaku pembaca,” pesannya. (09)

#Baca berita selengkapnya….terbit tanggal 27 januari 2017#

Previous 34 Ribu Bidang Tanah Belum Terdaftar
Next Pelajar Rampas Hp Kenalan Baru