Kesenian dan Kuliner Sumsel jadi Warisan Dunia


Foto: untung sarwono/Humas Pemprov Sumsel SONGKET: Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin dan Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, meninjau Pameran Songket di Jakarta beberapa waktu lalu.
Foto: untung sarwono/Humas Pemprov Sumsel
SONGKET: Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin dan Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, meninjau Pameran Songket di Jakarta beberapa waktu lalu.

Palembang – Gubernur H. Alex Noerdin mengatakan,  Dulmuluk dan Songket ditetapkan menjadi warisan budaya nasional, menyusul nantinya Pempek dan Kopi Pinang akan didaftarkan ke Unesco. Dua karya budaya Sumatera Selatan saat ini tengah diproses sebagai salahsatu warisan budaya nasional.

Kepastian Dulmuluk dan Songket ditetapkan sebagai warisan budaya nasional pada pada 13 November 2013 di Jakarta dan langsung diajukan oleh Pemerintah Indonesia ke Unesco. Demikian hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur H. Alex Noerdin, kemarin.

“Kesenian asli dari Sumsel yang sudah memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dan segera mendapatkan hak paten dalam bidang warisan budaya dari The United Nations Organization for Education, Science and Culture atau Unesco,” ujar  Alex Noerdin.

Sebagai warga Sumatera Selatan kata Alex, kita patut bangga memiliki kesenian Dulmuluk yang telah memenuhi kriteria/syarat menjadi warisan budaya, yang diantaranya terdiri bangsa lembaga adat, dewan kesenian, selain sejarah yang jelas, lokasi tepat berkembang, deskripsi.

Untuk songket, saat ini telah ditetapkan 71 motif tenun songket tradisional Palembang sebagai warisan budaya nasional. Dengan adanya pengakuan ini sebagai warisan budaya, songket dapat dilindungi, terutama dalam segi identitas dan kekhasan seni serta budaya asli Palembang. “Mengingat  songket sudah terkenal di Indonesia dan manca negara, terutama sejak Sumsel sukses menyelenggarakan even bertaraf internasional,” terangnya.

Sebelumnya, sejumlah motif songket Palembang telah memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya rakyat (folklore) Palembang dari Kementerian Hukum dan HAM. Beberapa di antaranya adalah motif bungo intan, lepus pulir, paku berkait, limar berantai dan nampan emas. Selain dulmuluk dan songket, Pemerintah Sumsel akan mengajukan hak paten untuk kekayaan kuliner khas Sumsel, yaitu pempek dan kopi campur pinang yang terkenal di masyarakat OKU Selatan. “Untuk pempek, sedang kita jajaki dan kita akan segara melakukan pengajuan,” bebernya seraya menambahkan, akan menjajaki untuk  mengamankan varitas duku dan durian.

Penyerahan sertifikatnya akan dilakukan segera, dul muluk teregistrasi sebagai warisan budaya kategori sejarah untuk warisan budaya nasional tak benda, pada direktorat internalisasi nilai dan diplomasi budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Nasional, dengan kode 2011001450. Songket teregistrasi sebagai warisan budaya kategori kemahiran kerajinan tradisional –busana textile, ukiran, seni rupa, kuliner, peralatan, permainan– untuk warisan budaya nasional tak benda dengan kode 2010000778. (rls/*/CE-V)

Previous Olah “Asoi” Menjadi Seni Bernilai Manfaat
Next Dempo Adventure Offroad 2013 Digeber