Kesadaran Rehab Penyalahguna Narkoba Masih Rendah


Foto: Madhon/Pagaralam Pos
Irfan Arsanto SSos

PAGARALAM POS, Pagaralam – Pengguna Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya (Narkoba) yang sadar dan datang untuk meminta rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) dinilai masih cukup rendah. “Ya, untuk tingkat kesadaran masyarakat merehab keluarganya yang sudah telanjur terkena atau sebagai pengguna Narkoba, masih rendah,” ungkap Kepala BNN Kota Pagaralam, AKBP Irfan Arsanto SSos, belum lama ini.




Menurut Irfan, para pecandu Narkoba bersikeras meminta rehabilitasi ketika aparat Kepolisian menangkap basah mereka dan akan memproses secara hukum. “Artinya, partisipasi masyarakat masih minus untuk mengajak masyarakat direhabilitasi bagi yang jadi pengguna Narkoba. Ditangkap dulu baru mau direhab,” katanya.




Pada prinsipnya kata Irfan, kalau tidak dilakukan rehabilitasi bagi pecandu Narkoba itu, makin lama makin banyak penyalahgunaannya. “Pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika,wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial,” terangnya.




Khusus di tahun 2017 sambung Irfan, pengguna penyalahgunaan Narkoba ditarget tembus 60 klien. Dengan rincian, 40 klien ditangani BNN dan 20 klien di tingkat Puskesmas. “Pelayanan rehabilitasi pecandu Narkoba tidak dipungut biaya, alias gratis. Dengan syarat, untuk rehab membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), pelapor tidak dipidana serta data pribadinya dirahasiakan,” pungkasnya. (09/CE-V)

Previous Mandikah Pesake, Tunggu Wangsit Hingga Satu Muharam
Next Jemput Bola Cari Calon Peserta Mekanik Spooring Balancing dan Body Repair