Kendalikan Kelangkaan LPG 3 Kg, Wako Keluarkan “Surat Sakti”


Foto: rendi/Pagaralam Pos
ANTRIAN MENGULAR: Antrian masyarakat terlihat mengular demi mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg. Foto diambil di Kelurahan Bangun Rejo.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Terkait adanya kelangkaan tabung gas elpiji, sekaligus menindaklanjuti Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor : 26 tahun 2009 serta Surat Dirjen Minyak dan Gas Bumi Nomor 3212/12/DJM.)/2018, Walikota Pagaralam mengeluarkan “Surat Sakti” terkait pengendalian penggunaan LPG 3 kilogram.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH mengatakan, barang bersubsidi seperti LPG 3kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan usaha mikro kecil dan dilarang untuk hotel, restoran, rumah makan, pengusaha makanan atau bakery, usaha komersial, industri dan transportasi.

“Surat Edaran Walikota Nomor 510/521/DISP2KUKM/2020 tentang pemakaian tabung gas 3 kilogram ke braight gas 5,5 kilogram dan tabung gas 12 kilogram, telah kami edarkan sebagai bahan acuan penggunaan LPG di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Disperindagkop dan PP Kota Pagaralam, Dawam SH MH mengatakan, mengatasi kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg, pihaknya telah melakukan operasi pasar di sejumlah wilayah Kota Pagaralam dengan mengawasi langsung konsumen atau pembeli diwajibkan warga Pagaralam.

Terpisah, Fitri warga Bangun Rejo mengaku terbantu dengan adanya opreasi pasar yang diadakan Pemkot Pagaralam. Diakuinya sudah sejak tiga hari lalu sangat langka dan sulit didapat tabung gas elpiji 3 kilogram. “Kalaupun ada penjual LPG 3 kilogram yang ditemui, tentu harganya sangat melambung. Semula dihargai 18 ribu pertabung, namun kini barang langka bisa dihargai Rp. 30 ribu dan mau tak mau tetap kami beli dari pada tidak masak dirumah,” pungkasnya. (Ag08)

Previous Tim Tataika Gulung Komplotan ‘Bandit Gunung’
Next Pelayanan Rumah Sakit Diminta Ditingkatkan