Kedepankan Tingkat Kesehatan, Punya 2 Anak Cukup


Foto: Edo/Pagaralam Pos
SUKSES: Rangkaian kegiatan Kunker Anggota DPR RI Fraksi NasDem di Kota Pagaralam, Irma Suryani, berjalan lancar dan penuh sukses.

PAGARALAM POS, Pagaralam – PERTEMUAN dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) Irma Suryani SE, selaku Anggota DPR RI Fraksi NasDem di Kota Pagaralam, disambut masyarakat dengan penuh suka cita. Pada kesempatan baik ini, menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bertempat di Balai Kota Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan.




Di hari yang sama, Irma Suryani SE pun melanjutkan hadir di giat sosialisasi KIE Kreatif BKKBN tahun 2017, berlangsung di Aula Hotel Dharma Karya, Kecamatan Pagaralam Utara, yang dihadiri Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati MKes, Wakil Ketua II DPRD kota Pagaralam, M Fadli SE, Anggota DPRD Kota Pagaralam, Jenny Shandiyah SE, beserta ratusan kader dan masyarakat.




Irma Suryani menuturkan, lewat kegiatan diadakan tersebut dirinya bisa melihat posisi anggaran uratif dan prepentif. Uratifnya masih berada di kisaran 70%, dan prepentifnya masih 30%. Artinya, untuk melakukan pengobatan orang sakit itu masih jauh lebih tinggi. Ini harus jadi perhatian masyarakat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam.




“Seberapa banyak uang pemerintah, kalau kita hanya memikirkan bagaimana mengobati orang sakit, bukan bagaimana cara mencegah orang sakit, tentu tak akan pernah cukup uangnya. Maka, yang harus dikedepankan ini sebenarnya pencegahannya, menjaga kesehatan supaya tidak sakit, kalau sudah sakit biayanya mahal,” ucapnya.




Sedangkan untuk KIE Kreatif, tambah Irma, ialah komunikasi, informasi dan edukasi, bagi masyarakat untuk bisa memahami apa manfaat dari KB. Pada tahun 2030 nanti Indonesia akan mendapatkan bonus demografi angkatan muda kerja tinggi, angkatan tuanya sedikit, sehingga terjadi penimpangan lapangan pekerjaan.




“Maka dari itu pemerintah ingin menyampaikan kepada rakyat, jangan sampai punya anak banyak, cukup dua saja. Sehingga keluarga sejahtera terjamin sehat cerdas, negara tidak terbebani dengan begitu banyaknya penduduk yang kemudian tingkat pendidikannya rendah. Harapan ke depan adanya masyarakat peduli dengan kesehatan otomatis biaya pengobatan itu turun, sehingga biaya pengobatan turun, termasuk biaya-biaya di APBN bisa dialihkan lagi ke Tupoksi lain, semisal untuk pembangunan masyarakat miskin, bisa juga untuk pengairan dan pertanian,” tandasnya. (09)

Previous Ciptakan Kerinduan di Tengah Masyarakat, Silaturrahmi ‘LA’ Dipadati Ratusan Massa
Next Camat ‘Pelototi’ Pengerjaan Bangunan Jalan Proklamasi