Kawanan Pencuri Satu Tewas, Dua Dimassa






PAGARALAM POS, Pagaralam– Tiga sekawan terduga terduga pelaku pencurian ini nasibnya boleh dibilang apes. Ketiganya Ipinsyah (21), Cicin Anggriawan (27) dan Leo Aleksander (22). Mereka berasal dari dusun Talang Siring Panjang, Desa Muara Jauh Kecamatan Muara Payang Kabupaten Lahat. Aksi mereka di dusun Gunung Agung Pauh Kelurahan Agung Lawangan gagal lantaran kepergok oleh warga setempat. Tak hanya gagal para terduga pelaku langsung terkena ganjaran. Satu di antara terduga pelaku yakni Ipinsyah tewas seketika lantaran terjun ke jurang di Luang Keghing dusun Pagardin Kelurhaan Pagar Wangi. Sementara dua terduga pelaku lainnya Leo dan Cicin diamuk massa.

foto-pga-1-4

foto-pga-1-6

foto-pga-1-5Informasi yang dihimpun Pagaralam Pos di lapangan, kemarin, (9/9), peristiwa bermula ketika tiga sekawan itu menyatroni rumah Amanto (40), di dusun Gunung Agung Pauh, pada Kamis malam (8/9) sekitar pukul 23.30 WIB. Mereka berbagi tugas. Ipinsyah berjaga-jaga sembari menunggu di atas motor di pinggir jalan. Sedangkan Leo dan Cicin bertugas sebagai ‘pemetik’ barang-barang yang tergeletak di luar rumah Yudi. Namun, aksi mereka itu langsung diketahui warga yang kebetulan sedang duduk di seberang rumah Yudi.



“Pas salahseorang (terduga pelaku) baru ngambil sepatu milik Amanto, saya langsung teriak,”ungkap, Meri (34), salahseorang warga dusun Gunung Agung Pauh yang melihat secara langsung aksi para terduga pelaku itu, ketika dijumpai Pagaralam Pos. Tak hanya berteriak, Meri bersama kawannya Wiki (35) langsung mendekati para terduga pelaku.

Mendengar teriakan dan gerakan para warga, Cicin dan Leo kaget dan lantas berlari kabur. Sedangkan Ipinsyah langsung tancap gas. “Ada dua (terduga pelaku) yang berlari ke arah dalam dusun. Satu lagi kabur pakai motor,”lanjut Meri.




Diduga karena ketakutan akan ditangkap, Ipin menarik gas motornya kencang-kencang. Motor bebek merek revo berplat BG 3251 CO itu pun langsung meraung-raung dibuatnya. Nahas, di tikungan tajam di kawasan luang keghing, Ipin tidak mengurangi kecepatan juga tidak berbelok. Akibatnya motornya itu langsung menerabas kebun kopi. Tubuh Ipin yang memakai jaket warna biru itu mencelat masuk ke dalam jurang yang berisi air di sana. Dia tewas di tempat.

Sementara, nun di belasan kilometer dari Luang Keghing, tepatnya di dusun Gunung Agung Pauh, Cicin dan Leo terus berlari dan menghindar dari kejaran massa. Mereka berlari hingga mencapai dusun Gunung Agung Tengah. Namun pelarian mereka menemui jalan buntu, sebab warga sudah memblokade semua jalan. Tak lama mereka pun ditangkap warga. Karena geram atas ulahnya, para warga pun melayangkan bogem mentah ke wajah para terduga pelaku. Beruntung kedua terduga pelaku langsung diamankan aparat Polsek Dempo Utara.




Kemarin, sekitar pukul 09.00 WIB, jenazah Ipinsyah langsung dibawa ke ruangan jenazah RSD Besemah. Peristiwa ini pun langsung menyedot perhatian warga. Sejak pukul 08.00 WIB, warga sudah berkumpul di dekat luang keghing. “Iya benar. Itulah orang yang sempat kami kejar semalam. Saya ingat jaketnya warna biru,”ucap Meri, ketika Pagaralam Pos menunjukkan foto Ipinsyah.

Sementara, dua rekannya, Cicin dan Leo meringkuk di tahanan Polsek Dempo Utara. Unit reskrim langsung memeriksa dengan intensif kedua terduga pelaku. Yang pertama diperiksa adalah Cicin. Dihadapan petugas Cicin nampak hanya tertunduk lesu.




Kapolres Pagaralam AKBP Pambudi SIk, didampingi Kapolsek Dempo Utara AKP Jalaludin melalui Kanit Reskrim Bripka Adi Bastomi membenarkan bahwa kedua peristiwa itu berkaitan. Indikasinya, ketiga orang itu saling kenal. “Iya. Mereka saling kenal. Dari satu dusun,”ucap Adi

Namun, kepada petugas tambah Adi, kedua terduga pelaku mengaku tidak merencanakan pencurian itu. Meskipun begitu ditegaskan Adi, pihaknya akan mengorek keterangan dua orang terduga pelaku secara lebih lanjut lagi. Dari terduga pelaku itu, aparat mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sepasang sandal dan satu unit sepeda motor bebek bernomor polisi BG 6783 ZC.




Sementara itu, saat dijumpai Pagaralam Pos, baik Cicin maupun Leo mengakui mengenali Ipinsyah. Mereka mengakui dari satu dusun yang sama. Namun, Cicin membantah bila ia datang ke dusun Gunung Agung Pauh untuk mencuri. “Saya tidak tahu. Tiba-tiba saja ada yang mengejar,”akunya.

Sedangkan Leo langsung mengakui bila dirinya sudah mencuri sepasang sendal milik salahseorang warga dusun Gunung Agung Pauh. “Saya hanya ambil sendal. Sebab saat itu saya tidak punya sendal,”ujarnya.

Pelaku Lain Berhasil Kabur?

KASUS pencurian yang berujung tewasnya satu orang terduga pelakunya rupanya belum terlalu tuntas. Sebab beredar kabar, aksi pencurian itu dilakukan lebih dari tiga orang saja. “Mungkin ada 8 orang pelakunya,” duga Meri (34), salahseorang warga dusun Gunung Agung Pauh, yang menyaksikan langsung ulah para pelaku.




Dijelaskan Meri, saat peristiwa terjadi, banyak orang tak dikenal datang ke dusun Gunung Agung Pauh. Mereka datang dengan membawa sepeda motor. “Ada empat motor. Mungkin yang tewas itu adalah salahsatunya,” lanjut dia.

Khusus untuk Ipinsyah, tambah Meri, memang sudah sedari awal dicurigai oleh warga. Sebab katanya, Ipinsyah terlihat beberapakali wara-wiri dengan motornya. “Ada tigakali lebih dia bolak-balik ke dusun ini,” ungkapnya. Usai mondar-mandir, Ipinsyah terlihat stop di depan rumah Yudi. Di saat itulah dua orang terduga pelaku dilihat oleh Meri melancarkan aksinya.




Sementara itu, Ketua RT dusun Gunung Agung Pauh, Toni menyatakan, peristiwa pencurian di dusunnya adalah yang kali pertama terjadi. “Ini yang pertama. Sebelumnya tidak pernah,” tegas Toni. Sebab terang Toni, Poskamling di dusun Gunung Agung Pauh masih aktif. Setiap malam masih diisi oleh warga. “Tiap malam kami menggelar ronda malam. Piketnya dijadwalkan,” tuturnya.

Atas peristiwa pencurian itu, warga dusun Gunung Agung Pauh akan meningkatkan sistem keamanan lingkungan. Terutama ketika malam hari. “Kami sekarang akan lebih waspada,” ujarnya.




Kapolsek Dempo Utara, AKP Jalaludin menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan dugaan banyaknya para pelaku pencurian di dusun Gunung Agung Pauh. Sebab, katanya, pihaknya masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap dua orang terduga pelaku yang sudah ditahan lebih dulu. “Akan kita kembangkan lagi,” tegas Jalal, didampingi Kanit Reskrimnya, Bripka Adi Bastomi.

Memanfaatkan Situasi

KAMIS MALAM (8/9), situasi di dusun Gunung Agung Pauh memang terbilang cukup ramai. Meskipun sudah tengah malam, masih banyak warga yang duduk-duduk di pinggir jalan. Bukan hanya warga setempat, dari luar juga ada. Ini dikarenakan pada malam itu, ada keramaian dengan melibatkan hiburan organ tunggal (OT). Diduga, situasi ini dimanfaatkan oleh para pelaku pencurian untuk melancarkan aksinya.




“Jam 11 malam masih ramai. Di pinggir jalan banyak orang luar yang datang. Joged-joged mereka. Sempat saya usir,” ucap Ketua RW dusun Gunung Agung Pauh, Dikson, ketika dijumpai Pagaralam Pos.

Dikson menduga, keramaian itu dimanfaatkan oleh para pelaku. Keramaian membuat mereka merasa leluasa untuk beraksi sekaligus memilih sasaran. “Pikir mereka (pelaku), semua warga nonton OT. Padahal tidak,” tutur Dikson.




Data yang dihimpun Pagaralam Pos, pemanfaatan suasana ramai untuk mencuri, juga terjadi di dusun Pagardin belum lama ini. Saat itu di dusun itu ada sebuah keramaian. Bertepatan dengan itu, sebuah rumah dikabarkan dibobol maling. Sebelum kejadian ini sebuah rumah di dusun Bumi Agung juga dibobol maling. Akibatnya korban kehilangan satu setengah suku emas dan satu unit notebook. Sayang, korban tak melapor ke aparat berwajib. Sehingga sampai dengan sekarang kasus itu belum terungkap.

Jauh sebelum itu, tepatnya pada Juni lalu, atau saat bulan puasa, satu rumah juga kebobolan. Ini terjadi saat korban tengah menunaikan tarawih. Sayangnya korban juga tidak melapor ke Polsek Dempo Utara.




Menarik disimak, langkah apa yang akan dilakukan Polsek Dempo Utara untuk mengungkap kasus pencurian rumah di wilayahnya itu.(11)

Previous Hammock Terpasang Lampaui Rekor Sumsel
Next Proin metus leo ultricies sed vulputate eget