Kampanye Dilarang Bagi-bagi Sembako, Melanggar Ini Sanksi Diterima Calon


Foto: net/Ilustrasi

PAGARALAM POS, Pagaralam – Panitia Pengawas Pemilihan Kota Pagaralam memastikan tidak akan mentolerir calon yang membagikan sembako saat kampanye. Jika terbukti, Panwas akan memberikan rekomendasi agar calon tersebut didiskualifikasi.




Ketua Panwas Kota Pagaralam, Ihwan Nopri SE mengatakan, bagi-bagi sembako saat gelar kampanye, merupakan sebuah bentuk pelanggaran. Bila terbukti, calon akan dikenakan sanksi seperti yang diatur dalam Undang-undang. “Bisa didiskualifikasi,” ucap Ihwan, dihubungi Pagaralam Pos, kemarin (1/4).




Dijelaskan Ihwan, sembako bukanlah termasuk Bahan Kampanye (BK) yang dibolehkan untuk disebarkan, seperti diatur dalam peraturan KPU RI nomor 4 Tahun 2017 Tentang Kampanye. Dalam beleid ini, Paslon dapat mencetak dan menyebarkan sendiri BK di luar yang dibuat KPU dalam bentuk pakaian, penutup kepala, minuman, kalender, kartu nama dan lainnya. “Nilainya pun tak boleh melebihi Rp 25 ribu,” tambah Ihwan.




Pihaknya mengimbau, seluruh calon beserta tim penghubung untuk tidak membagi-bagikan sembako saat menggelar kampanye. Dia berharap kepada masyarakat untuk melapor kepada jajaran Panwas, bila menemukan kegiatan kampanye yang disertai pembagian sembako.




Anggota Panwas Kota Pagaralam, Mirian SE menambahkan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan di lapangan. Panwascam dan PPL kata dia, terus mengawasi setiap kegiatan kampanye yang digelar calon. “Kalau ada yang bagi-bagi sembako, Panwascam dan PPL pasti tahu. Itu nanti jadi temuan,” ucap Mirian.




Sebelumnya, Komisioner KPU Kota Pagaralam, Irfan Amd mengatakan, sembako tak termasuk dalam bentuk BK. Bagi-bagi sembako saat kampanye tidak boleh dilakukan. “Kalau hitung dari nilainya, sembako itu sudah lewat dari Rp 25 ribu,” sebutnya. (11)

Previous Begini Cara Sedulur PM, dalam Mempersatukan NKRI
Next Mengidap Penyakit Aneh, Kondisi Zulkarnain Makin Memprihatinkan