Jupel Ujung Tombak Pelestarian Cagar Budaya


Foto: Madhon/Pagaralam Pos MIRIS: Keberadaan benda cagar budaya yang kerap dirusak ulah oknum tak bertanggungjawab
Foto: Madhon/Pagaralam Pos
MIRIS: Keberadaan benda cagar budaya yang kerap dirusak ulah oknum tak bertanggungjawab

PAGARALAM POS, Muara Siban – Juru Pelihara (Jupel) situs megalith, merupakan ujung tombak pelestarian Benda Cagar Budaya (BCB) ataupun peninggalan sejarah. Memiliki kewajiban dan tanggungjawab penuh menjaga, merawat dan memelihara keberadan BCB.

“Keterawatan situs megalith tergantung dari Jupel itu sendiri, merupakan ujung tombak cagar budaya,” demikian dikatakan Koordinator Jupel Kota Pagaralam, Ahmad Riva’i, ketika dibincangi wartawan koran ini di sela aktivitas pendataan BCB Arca Manusia tanpa kepala di Cawang Lama, Kelurahan Muara Siban, Kecamatan Dempo Tengah, kemarin.

Sebagai ujung tombak pelestarian BCB, kata Riva’i, para Jupel memiliki peranan untuk senantiasa menjaga keterawatan, kebersihan dan keamanan kondisi situs, mengingat bertatapan langsung dengan lapangan.

“Kalau situs BCB tidak terawat sudah barang tentu yang pertamakali kita tegur adalah Jupel. Seperti halnya kawasan situs yang kotor, banyak ditumbuhi rumput dan dedaunan, kita tentu langsung menegur Jupel. Karena sudah tugas kita untuk mengawasi hal ini, bahkan bila ada Jupel yang lalai dan mengabaikan tugas serta tanggungjawabnya, maka kita tidak segan-segan untuk melaporkannya ke pusat, agar insentifnya dipending terlebih dahulu,” terangnya.

Lebih jauh Riva’i menambahkan, peran seorang Jupel pun tidak hanya sebagai penjaga atau pemelihara situs atau BCB, tetapi harus mampu menjadikan situs atau BCB tujuan dari kunjungan wisatawan. “Selain menjaga, melindungi dan melestarikan, seorang Jupel hendaknya bisa membangun taman di sekitar situs, sehingga menambah daya tarik pengunjung untuk datang,” tandasnya. (09/CE-V)

Previous 138 Pensil ke Dalam Mulut Remaja Ini
Next UPTD PAM Diwacanakan Jadi PDAM