Jokowi dapat Gelar Raja Balaq Mangkunagaro


Foto: Ist
GELAR KOMERING: Gubernur Sumsel menghadiri penganugerahan gelar kehormatan adat Komring Provinsi Sumsel kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo oleh Majelis Tinggi Adat Komring.

PAGARALAM POS, Palembang – Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri penganugerahan gelar kehormatan adat Komring Provinsi Sumsel kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo dan ibu Negara Iriana Joko Widodo, oleh Majelis Tinggi Adat Komring, di halaman Griya Agung, Minggu (25/11). Jokowi dianugerahi gelar Raja Balaq Mangku Nagaro yang berarti Raja Agung yang Memegang Kekuasaan Tertinggi Negara.




Sementara ibu negara Iriana Joko Widodo dianugerahi kunai/gelar Ratu Indoman yang bermakna seorang ratu yang bukan saja mengayomi dan membantu rakyatnya, tapi memberi keteguhan dan kenyamanan dalam negara.




Prosesi upacara pemberian dua gelar tersebut diberikan langsung oleh Ketua Majelis Tinggi Adat Komering Sumsel, H Romli Mustika Ratu. Di hadapan 44 Paguyuban se Indonesia, Bupati, Kepala OPD, FOKKU dan masyarakat Sumsel. Sedangkan piagam penghargaan diserahkan oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan Istri, Febrita Lustia Deru.




Ketua Majelis Tinggi Adat Komering Sumsel, H Romli Mustika Ratu mengatakan, pemberian gelar tersebut merupakan pelampiasan hati masyarakat Komering dan Sumsel. Mereka bangga dengan kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo. “Semoga Presiden bisa memberikan kesejahteraan serta memajukan adat, tradisi dan budaya masyarakat Indonesia khususnya warga Komering dan Sumsel,” katanya.




Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Griya Agung langsung disambut tari Tigong dan pencak silat komering. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku sangat menghargai dan berterimakasih atas kehormatan besar yang telah diberikan kepadanya. Gelar Raja Balaq Mangku Nagaro dan Ratu Indoman yang dinaugerahkan ini, menurutnya bermakna sebagai pesan dan harapan serta tanggungjawabnya untuk selalu mengangkat derajat masyarakat adat Komring. Dan yang lebih luas lagi memajukan masyarakat Sumsel.




Menurutnya, di Indonesia tercatat ada sebanyak 714 suku yang dimiliki dengan budaya masing-masing yang berbeda satu sama lainnya. Hal ini menjadi modal yang kuat bagi Indonesia untuk meraih kemajuan. “Kepada masyafakat Indonesia untuk mencegah konflik sekecil apapun. Negara kita ini sangat besar dari Sabang sampai Merauke, ada 714 suku. Karena itu persatuan dan Kerukunan adalah aset kita,” jelasnya.




Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru, pemberian gelar ini bertujuan melestarikan budaya daerah Sumsel. “Pemberian gelar ini sudah melalui proses dan ritual adat Komering. Sudah direstui tetua dan Majelis Tinggi Komering Sumsel melalui musayawarah mufakat untuk berikan jajuluk atau gelar kepada Presiden Jokowi,” jelas HD.




Adapun pemberian adop/jajuluk/ gelar ini memiliki makna simbolik sebagai pertanda bahwa masyarakat Komering menghormati keberadaan seseorang yang telah berjasa pada masyarakat bangsa dan negara. (rls)

Previous Warga Desa Aceh Berjibaku Padamkan Kobaran Api
Next Menhub Dukung Penuh Larangan Angkutan Batubara Lewat Jalan Umum