Jaring 262 Pelanggaran Prokes Covid-19


Foto: Ist/Pagaralam Pos
PROKES: Tim Gabungan penegakkan disiplin Prokes Covid-19 berikan arahan kepada para pelanggar Prokes Covid-19, dengan tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pagaralam, beserta tim gabungan TNI, Polres Pagaralam dan Kejaksaaan, terus melakukan razia di dalam penerapan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 di Kota Pagaralam.

Dalam razia ataupun opeasi Yustisi Prokes Covid-19, yang telah berjalan selama 5 hari ini, pihak Sat Pol PP Kota Pagaralam masih saja ditemukan pelanggar Prokes, bahkan anggota Sat Pol PP dan Tim Gabungan berhasil menjaring 262 pelanggaran.

“Operasi Yustisi Prokes Covid-19 kita mulai sejak tanggal 18 – 30 November 2020 nanti. Dan memasuki hari kelima ini, total pelanggar Prokes yang berhasil kita data ada sebanyak 262 pelanggaran, terdiri dari 189 warga Pagaralam dan 73 warga luar Pagaralam,” ujar Kepala Sat Pol PP Kota Pagaralam Mastullah SPd MSi.

Dikatakan Mastullah, khusus di hari kelima pelaksanaan Operasi Yustisi Prokes Covid-19, pihaknya menjaring 38 orang pelanggar Prokes, terdiri dari 21 warga Pagaralam dan 17 warga luar Pagaralam. Selain itu, terdapat 30 orang diantaranya diberikan sanksi denda, dengan total keseluruhan denda yang terkumpul mencapai Rp.1.100.000, sedangkan di hari ketiga total dana terkumpul dari sanksi denda ini Rp.835.000,-, begitu pula di hari keempat total dana sanksi denda terkumpul Rp.1.170.000,-

Mastullah menambahkan penerapan sanksi denda diberikan ini, sesuai kesepakatan dari Tim, serta mengacu pada Peraturan Walikota (Perwako) berupa sanksi administratif, seperti teguran lisan karena masker di saku baju dan di lehar, Daya Paksa Polisional seperti push up, sapu jalan dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta dijemur di terik matahari.

Mengenai sanksi denda pun bervariatif, maksimum Rp50 ribu per orang, dana tersebut akan disetor ke Kasda melalui Bank Sumsel. “Ada 8 orang diantaranya, diberikan sanksi Daya Paksa Polisional, seperti menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, serta berjanji untuk mematuhi Prokes Covid-19 dan berdiri satu kaki selama 15 menit,” serunya. (Cg09)

Previous Digitalisasi, Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi
Next Mudahkan Pengendara, Permukaan Jalan Lebih Luas