Jamsoskes Sumsel Semesta Resmi Dihentikan


PAGARALAM POS, Muratara – Jaminan Sosial Kesehatan Sumatera Selatan Semesta (Jamsoskes Sumsel Semesta) Resmi dihentikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Hal ini berdasarkan surat edaran Gubernur Sumsel pada tanggal 5 Desember 2018 nomor 057/SE/Dinkes/2018 tentang penghentian penyelenggaraan Program Jamsoskes Sumsel Semesta.




Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muratara dr Mahendra melalui Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan pada Dinkes Muratara, Mirwan mengatakan Jamsoskes Sumsel Semesta resmi dihentikan oleh bapak Gubernur Sumsel. “Penghentian tersebut berdasarkan surat edaran dari bapak Gubernur Sumsel No 057/SE/Dinkes/2018, tentang penghentian penyelenggaraan program jamsoskes Sumsel Semesta,” katanya.




Dijelaskannya, program Jamsoskes Sumsel Semesta adalah program kesehatan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten dan APBD Provinsi Sumsel yang berakhir pada tahun 2018. “Nah anggarannya itu dibiayai oleh APBD Kabupaten Muratara sebesar 25 persen, dan APBD Provinsi Sumsel sebesar 75 persen, akan berakhir pada bulan Desember ini,” jelasnya.




Diungkapkan Mirwan, pada tahun 2019 mendatang, anggaran tersebut dialihkan ke BPJS atau ke satu pintu. “Tahun 2018 ini, kita sudah ada Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang anggarannya dari APBD Muratara dan APBN bagi keluarga yang kurang mampu. Dari APBD muratara sebanyak 6414 jiwa, sedangkan dari APBN sebanyak 53393 jiwa. Jadi jumlah total yang mendapatkan PBI sebanyak 88.497 jiwa,” ungkapnya.




Sementara dirinya juga menjelaskan, jika masyarakat Muratara yang non Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjumlah 102.479 jiwa. “Dari 102.479 orang yang belum mendapatkan JKN, ada 2.985 orang yang sudah dianggarkan melalui APBD Muratara tahun 2019untuk 2019. Ditambah dari APBD provinsi sebanyak 7.141 jiwa. Jadi totalnya sebanyak 10.126 jiwa yang sudah dianggaran oleh APBD, baik APBD Muratara maupun APBD Provinsi. Sedangkan sisanya sekitar 92.353 jiwa belum dianggarkan, biasanya dari 92.353 orang tersebut ada bantuan dari Pemerintah Pusat namun jumlahnya kita belum tahu,” jebernya.




Lanjut Mirwan, Intinya masyarakat yang kurang mampu di Kabupaten Muratara sudah dikafer semua dan bahkan lebih. “Berdasarkan data kita dari Dinsos untuk masyarakat yang tidak mampu sekitar 68.829 orang, sedangkan yang sudah ditalangi oleh APBN sebanyak 53.393 orang, kemudian ditambah oleh APBD kita sekitar 6414 orang, bebernya. (mg01)

Previous Peringati HAKI, Kejari Bagi-bagi Kaos dan Stiker
Next Cik Ujang-Haryanto Cek Ruang Kerja