‘Jago Merah’ Ngamuk di Gunung Agung


Foto-foto: AKP Pahrizal for Pagaralam Pos/ Pidi/Pagaralam Pos
MENYALA-NYALA: Api melalap rumah Rusani, Sabtu siang (8/4). Dibantu warga, unit Damkar berjuang keras memadamkan api. Sementara itu, ratusan warga tegak di jalan negara Pagaralam – Tanjung Sakti.
9 jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
PAGARALAM POS, Pagaralam – Suasana tenang di dusun Gunung Agung Tengah RT/RW 10/03 kelurahan Agung Lawangan kecamatan Dempo Utara berubah menjadi kepanikan. Sabtu (8/4) siang sekitar pukul 13.00 WIB, si jago merah mengamuk di dusun itu. Dua rumah ludes terbakar, nyaris rata dengan tanah. 9 jiwa pun terpaksa kehilangan tempat tinggalnya.




Kedua rumah yang ludes terbakar itu masing-masing milik Rusani (80) dan Imir (35). Rusani mendiami rumah itu bersama anak-anak dan cucunya. Total ada 6 jiwa yang tinggal di sini. Adapun Imir tinggal bersama dengan ibu dan satu orang adiknya.

Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, akibat peristiwa ini, kerugian yang menimpa dua korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Tiga rumah lain masing-masing milik Ismail Saleh, Hj Sabiha dan juga sempat disambar api. Diketahui, lima rumah ini memang saling berdekatan.




Diduga kuat api berasal dari rumah Rusani. “Tahu-tahu rumah itu mengeluarkan asap. Api membubung tinggi,” ujar Milius, Ketua RW dusun Gunung Agung Tengah, ketika ditemui Pagaralam Pos.




Melihat ada api, warga setempat bergerak cepat. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha memadamkan api. Dengan ember, warga mengambil air lantas disiramkan ke rumah. “Tapi, api kian membesar,” ucap, Hendro, salahseorang warga setempat.

Api menjalar dengan cepat. Rumah Imir yang berada tepat di belakang rumah Rusani juga dilalap api. Angin kencang membuat api menjalar ke tiga rumah lainnya. Warga pun kian panik. “Tak berapa lama, pemadam kebakaran tiba,”ujar Hernol, warga lainnya yang saat ditemui masih basah kuyup.




Dengan bantuan warga, petugas Damkar BPBD, menyirami rumah-rumah yang sedang dilalap api itu. Sekitar setengah jam kemudian, api berhasil dipadamkan. Namun rumah Rusani dan Imir yang berjarak kurang dari semeter itu tak bisa diselamatkan lagi.




Apa penyebab kebakaran? Kapolres Pagaralam, AKPB Pambudi SIK, melalui Kapolsek Dempo Utara, AKP Pahrizal, didampingi Kanit Reskrim, Bripka Adi Bastomi, menduga kebakaran disebabkan hubungan arus pendek. “Tak lama setelah listrik menyala, api muncul di dalam rumah itu,” ucap Pahrizal. Dia memperkirakan api muncul pertamakali di ruangan tengah di bagian bawah rumah.




Pahrizal memastikan tidak ada korban jiwa. Rusani berhasil diselamatkan warga, sedangkan Imir, saat kejadian, berada di luar rumah (lihat boks di halaman 2). Namun Pahrizal mengakui, semua harta benda korban tak bisa diselamatkan. Termasuk di antarnya dua unit motor milik Imir yang ikut terbakar bersama rumahnya.




“Perkiraan kami, kerugiannya mencapai ratusan juta,” ucap Pahrizal.
Camat Dempo Utara, Drs Bahrul Hidayat, didampingi Lurah Agung Lawangan, Izhari memastikan, fokus saat ini adalah para korban.




“Logistik dan tempat tinggal korban harus kita pikirkan,” ucap Dayat. “Data-data korban sudah kami sampaikan kepada pihak terkait. Harapan kita supaya segera dibantu,” tambah Izhari.
Ketua RW dusun Gunung Agung, Milius berencana untuk membangun hunian sementara untuk korban Rusani dan Imir. “Untuk sementara ini kedua korban masih menginap di rumah keluarganya,” tutur Milius.

Bantuan Mengalir Deras
SETELAH api berhasil dipadamkan, warga dusun Gunung Agung Tengah langsung mengambil inisiatif. Mereka mendirikan posko bantuan. Posko berupa susunan dua tenda beratapkan seng ini didirikan tepat di depan TKP. Di dalamnya terdapat kursi plastik dan meja panjang. Di atas meja panjang itu terdapat kotak bantuan.




“Posko ini nantinya berfungsi untuk menampung bantuan dari berbagai pihak,” kata Camat Dempo Utara, Drs Bahrul Hidayat, didampingi Lurah Agung Lawangan, Izhari ketika meninjau Posko bantuan.
Kepala Dinas Sosial kota Pagaralam, Sukman SE yang tiba di TKP langsung menyerahkan berbagai bantuan. Di antaranya Sembako dan selimut. Rencananya kata Sukman, pihaknya akan mendirikan tenda.
“Logistik kami utamakan,” ujar Sukman.




Anggota DPRD Pagaralam Dapil Zona Dempo, Darmawi SE, mendesak semua pihak terkait segera melakukan tindakan. “Rumah-rumah korban perlu diperbaiki kembali,” kata Darmawi. Ia memastikan, akan memberikan perhatian serius kepada korban kebakaran.




Sabtu sore, kotak bantuan itu nampak sudah terisi. Muda-muda dusun Gunung Agung Tengah juga membuka kotak bantuan di tepi jalan. Tak berapa lama sejumlah tokoh masyarakat di antaranya H Dimyati Rais bersama istri, mengunjungi korban. (11/CE-V)

Previous Air Bayau Belum Terdampak Material Vulkanik
Next Gunung Dempo : Sehari, Terjadi 51 Kali Embusan