Irigasi Siring Agung Jebol


Foto: Pidi/Pagaralam pos RAWAN JEBOL: Puluhan petani asal Dusun Keban Agung berjibaku memperbaiki dinding irigasi Siring Agung yang jebol. Nampak Lurah Dadang Kurniajaya turun langsung ke lapangan.
Foto: Pidi/Pagaralam pos
RAWAN JEBOL: Puluhan petani asal Dusun Keban Agung berjibaku memperbaiki dinding irigasi Siring Agung yang jebol. Nampak Lurah Dadang Kurniajaya turun langsung ke lapangan.

*Pasokan Air ke Sawah Berkurang

PAGARALAM POS, Ulu Rurah – Daya tahan dinding irigasi di Pagaralam memang perlu dipertanyakan. Memasuki musim penghujan, satu per satu dinding irigasi itu jebol. Setelah dinding irigasi Ayek Baghu Dusun Karang Anyar Kecamatan Dempo Selatan, selanjutnya dinding irigasi lainnya. Tepatnya, di Siring Agung Beringin Sakti, Kelurahan Ulu Rurah, kecamatan Pagaralam Selatan. Salahsatu titik dinding irigasi itu jebol hingga sepanjang 15 meter. Akibatnya cukup dahsyat. Puluhan hektar sawah di Dusun Keban Agung Kelurahan Ulu Rurah Kecamatan Pagaralam Selatan kering. Alhasil, para petani setempat pusing tujuh keliling.

Namun petani setempat tak mau berdiam diri. Mereka tak ingin kondisi itu terus terjadi berlarut-berlarut. Kemarin, (26/1), dikomandoi Ketua RW Fikri, mereka langsung bergerak cepat. Dinding irigasi yang jebol langsung diperbaiki dengan peralatan seadanya. Puluhan karung berisi pasir, batu, kayu dan bambu dipasangkan untuk menutupi dinding irigasi yang jebol pada Jum’at (23/1) lalu itu.

“Untuk sementara inilah yang bisa kita lakukan. Perbaikan secara darurat,” ujar Fikri di sela-sela perbaikan. Perbaikan cepat itu memang perlu dilakukan. Tujuannya, agar sawah segera teraliri air. Apalagi, tanaman yang ada di sawah adalah padi yang umurnya masih 2 bulan. Jika terus dibiarkan kering, lama-lama akan mati.

“Bukan hanya sawah, tapi kolam ikan saat ini juga membutuhkan air sesegera mungkin,” tambah Fikri seraya menghela nafas panjang.

Namun, perbaikan darurat tak membuat Fikri lega. Ia masih khawatir, sewaktu-waktu irigasi itu kembali jebol lagi. Mengingat, titik jebol itu sering jebol.

“Dinding irigasi ini memang sangat rawan jebol. Yang terjadi baru ini, adalah yang paling parah,” sebutnya.

Karenanya, dia berharap agar pihak terkait bisa segera turun tangan. “Mohon kiranya kerusakan ini diperbaiki dengan konsep yang kuat, agar tahan lama dan tidak gampang jebol lagi,” pinta Fikri.

Kehebohan para petani yang memperbaiki irigasi yang jebol itu, ternyata terdengar oleh Lurah Ulu Rurah, Dadang Kurniajaya SSos. Untuk memastikan kondisi yang sebenarnya, Dadang turun langsung meninjau irigasi itu.

“Ini termasuk bencana. Harus segera diperbaiki. Kasihan para petani yang kekurangan air,” tegas Dadang usai melakukan peninjauan.

Agar perbaikan dilakukan cepat, Dadang menyatakan telah melaporkannya kepada BPBD Kota Pagaralam. “Hari ini (kemarin, red) proposal permohonan perbaikan langsung kita sampaikan kepada BPBD. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi,” tuturnya. (11/CE-V)

Previous PPK dan PPTK Proyek Air Jemair Diperiksa
Next Sopir Tak Boleh Ugal-ugalan