Insentifikasi Sewa Kios, Masih Ada Penyewa Nunggak 3 Tahun


Foto: devi/Pagaralam Pos
MONITORING: Tim gabungan Disperindagkop lakukan giat monitoring pedagang Pasar Dempo Permai.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Upaya penertiban kios atau lapak dagang, serta penarikan retribusi sewa kios terhadap para pedagang di Pasar Dempo Permai dilakukan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) UKM dan PP Kota Pagaralam, Rabu (13/2) pagi.




Dengan melibatkan Tim Gabungan, monitoring pedagang Pasar Dempo Permai di Pimpin langsung Kabid Perdagangan, Fitra Adryansyah AP MSi beserta petugas Disperindagkop, UPTD Pasar dan Sat Pol PP, Polres Pagaralam mendatangi satu per satu kios pedagang.




“Kehadiran kita kali ini tak lain menertibkan kios-kios pedagang serta melakukan penarikan biaya atau retribusi sewa kios. Kita menargetkan hasil insentifikasi tahun 2019 akan memenuhi target senilai Rp1 M. Di tahun sebelumnya hanya mencapai 40%-nya saja dari yang ditargetkan,” terang Kepala Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagaralam, Saidi Amrullah SSos MM, melalui Kabid Perdagangan, Fitra Adryansyah, AP MSi.




Fitra yang juga didampingi Kasi Bina Pasar, Herdiansyah SE menambahkan, pada tahap pertama giat monitoring sewa kios yang dilakukan awal tahun 2019, pihaknya baru sebatas memberikan imbauan dan peringatan agar seluruh pedagang di Pasar Dempo Permai bisa segera mungkin melakukan pembayaran biaya sewa kios, melalui Bank Sumsel sebesar Rp500.000. Kemudian akan dikeluarkan surat izin sewa kios dari Desperindakop. Pelunasan pembayaran sewa selanjutnya dilunasi padaSeptember 2019.




“Kita sangat mengharapkan kerjsama dan kooperatif dari para pihak penyewa, termasuk menyelesaikan biaya serta retribusi tahun-tahun sebelumnya. Sebab masih ada beberapa penyewa kios menunggak hingga 3 tahun,” tegasnya.




Di tempat yang sama, Kasi Bina Pasar, Herdiyansyah SE menuturkan, adapun sanksi yang akan diberikan bagi penyewa kios di Dempo Permai bila dalam waktu yang sudah ditentukan (sampai September) biaya sewa kios belum juga diselesaikan, maka akan dilakukan penyegelan.




“Sanksi tegas tetap kita berlakukan bagi penyewa kios yang bandel. Setelah ini kita juga akan mengagendakan Sidak produk-produk kosmetik yang sudah kadarluarsa dan tidak memiliki ijin BPO, serta Sidak mainan anak-anak yang tidak Berstandar Nasional Indonesia (SNI),” pungkasnya. (09/PP07/CE-V)

Previous Personel Polres Lubuk Linggau Tes Urine Dadakan
Next 70 Persen Warga Binaan di Pagaralam Terancam Tidak Bisa Memilih