Ikut Berpartisipasi Dalam Reboisasi


Foto : Edi/Pagaralam Pos Bikin Ketapel: Tenaga pendidik SMP Negeri 1 Kota Pagaralam , ketika membikin ketapel, sebagai alat yang akan digunakan ketika reboisasi Hutlin Gunung Dempo.
Foto : Edi/Pagaralam Pos
Bikin Ketapel: Tenaga pendidik SMP Negeri 1 Kota Pagaralam , ketika membikin ketapel, sebagai alat yang akan digunakan ketika reboisasi Hutlin Gunung Dempo.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Guru beserta seluruh siswa SMP Negeri 1 Kota Pagaralam, akan turut berpartisipasi dalam reboisasi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam di kawasan Hutan Lindung (Hutlin) Gunung Dempo, yang gundul akibat terbakar ketika musim kemarau beberapa waktu lalu.

Kepala SMP Negeri 1 Pagaralam, Sastra Darmawan SPd mengatakan tak mau ketinggalan momen penting. Oleh sebab itu, setelah ada surat pemberitahuan dari pihak terkait bahwa akan ada reboisasi di Hutlin Gunung Dempo Kota Pagaralam, sepakat akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Karena bentuk kegiatan yang akan di lakukan ini sangat penting untuk membantu penghijauan kembali di Kota Pagaralam, sekaligus demi kelangsungan hidup masyarakat di masa yang akan datang,” jelasnya.

Oleh sebab itu lanjut Sastra, sudah menginstruksikan kepada seluruh guru dan siswa yang ada di sekolah untuk mengumpulkan segala jenis biji pohon pelindung, yang nantinya akan disebarkan di kawasan Hutlin yang gundul tersebut. “Seperti biji pohon afrika, biji jambu pokat serta jenis yang lainnya,” bebernya.

Disamping itu sambungnya, kesiapan lain yang dilakukan untuk kegiatan tersebut adalah membuat ketapel, sebagai alat yang akan digunakan untuk menyebarkan biji pohon pada saat pelaksanaan reboisasi mendatang.

“Sudah beberapa hari ini tenaga pendidik membuat ketapel dari papan, supaya ketika pelaksanaan reboisasi nanti alat untuk melemparkan biji pohon yang dikumpulkan guru dan anak didik di kawasan Hutlin yang dimaksud,” ungkapnya seraya berharap guru dan siswa dapat mengumpulkan banyak biji pohon yang sudah diinstruksikan. (10/CE-V)

Previous Kecewa, Saat Berobat kartu Jamkesmas tak Berlaku Lagi
Next Petani Talas Waspadai Hama Babi