Hujan Sebentar, Belasan Rumah Terendam


Foto: Madhon/Pagaralam Pos BERSIHKAN SAMPAH: Seorang warga Tebat Giri Ilir membersihkan sampah terbawa air di halaman depan rumah terendam banjir, kemarin.
Foto: Madhon/Pagaralam Pos
BERSIHKAN SAMPAH: Seorang warga Tebat Giri Ilir membersihkan sampah terbawa air di halaman depan rumah terendam banjir, kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Hujan lebat yang mengguyur Kota Pagaralam selama lebih kurang setengah jam pada Minggu (2/8) siang, membuat sejumlah kawasan jalan pasar dan perkampungan masyarakat terendam banjir.

Salahsatu titik banjir yang cukup parah terjadi di RT 01, RT 02 dan RT 03, Tebat Baru Ilir, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan, yang merendam belasan rumah warga, akibat tidak berfungsinya saluran pembungan air, sehingga air tumpah ke badan jalan. Ironisnya, kejadian ini sudah berlangsung bertahun-tahun, akan tetapi belum terlihat ada upaya penanggulangan dari pihak terkait.

“Seperti inilah kondisinya, kalau sudah hujan turun dengan intensitas sedang maupun deras, jalan masuk pasar hingga pemukiman warga pun ikut terendam air kotor bercampur sampah,” jelas Sulaiman (40), warga Tebat Giri Indah, dibincangi ketika tengah bersih rumah tergenang banjir, kemarin.

Mengatasi air kotor masuk ke dalam rumah, tambah Sulaiman, dirinya terpaksa harus meninggikan sedikit pintu rumah dengan menambah bangunan beton. Upaya ini pun terkadang tidak cukup ampuh untuk membuat air kotor tidak masuk ke dalam rumah, karena bila hujan turun dengan sangat deras, ketinggian air dari jalan bisa mencapai sedengkul orang dewasa.

Sementara itu, Camat Pagaralam Selatan, M. Helmi SE MM mengatakan, banjir yang menggenangi badan jalan di kawasan pasar dan pemukiman warga di Tebat Giri Ilir, Kelurahan Tebat Giri Indah, disebabkan karena debit air yang cukup besar tidak sebanding dengan ukuran drainase, serta diakibatkan masih adanya warga yang membuang sampah di saluran air.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Pagaralam, Herawadi SSos, melalui Kasi Logistik, Kusmi Effendi mengimbau, seiring bakal mulai memasuki musim penghujan pasca kemarau panjang kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan banjir dadakan yang sering terjadi khususnya di wilayah kota. “Jangan buang sampah sembarangan dan aktifkan kembali budaya gotong-royong, guna persiapan mengantisipasi masuk musim penghujan,” tandasnya. (08/09/CE-V)

Previous Patroli Wilayah Rawan dan Perbatasan Mendesak
Next Situs Megalit Masih jadi Favorit Warga