Henky Sholihin, Balon Wako Pagaralam Mundur dari Pencalonan


Saya Tidak Menyesal

Pilkada Pagaralam 2018 masih cukup lama. Kurang lebih tujuh bulan lagi. Meskipun demikian, bakal calon walikota Pagaralam Henky Sholihin MZ SH MH sudah memutuskan untuk mundur bursa pencalonan.  Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Senin malam (20/11 ), mantan Balongub Jabar termuda itu menjawab semua pertanyaan yang dikirimkan Pagaralam Pos melalui surat elektronik dengan gamblang. Menurut Henky, pilihan untuk mundur tersebut sudah dipikirkan dengan matang. “Secara internal, saya telah menyatakan mundur dua minggu dan baru dipublikasikan sekarang,” ucap Henky.




Berikut beberapa petikan tanya jawabnya:

Dari informasi yang kami baca dari berita media online, Anda menyatakan mundur dari pencalonan di Pilkada Pagaralam 2018. Apakah informasi ini benar?

Itu benar adanya.  Kemunduran saya walau belum final 100%, tentu atas pertimbangan beberapa faktor. Bahkan secara internal saya telah menyatakan mundur dua minggu dan baru dipublikasikan sekarang. Sebenarnya masih terbuka luas untuk tetap maju karena belum ada pasangan balon yang dinyatakan resmi oleh KPU, dan pelung ini masih terbuka sampai beberapa bulan ditahun 2018 nanti. Bahkan, Balon dari  incumbent sendiri belum menyatakan cuti atau keluar dari jabatan sebagaimana ketentuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang




Apa yang menjadi alasan utama yang membuat Anda memutuskan mundur dari pencalonan dari Pilkada Pagaralam 2018? Apakah benar karena tidak ada partai?

Tidak benar. Justru ada beberapa partai yang konsen mengajak saya untuk menjadi wakil walikota. Oleh karena itu saya menyatakan mundur dari pencalonan karena jabatan Wakil walikota akan sulit menerapkan visi dan misi bahkan dimungkinkan timbul kontraproduktif dengan visi dan misi balon Walikota. Walaupun kesemua Visi dan Misi balon harus mengacu pada ketentuan Pasal 68 ayat (4) Undang-undang tersebut diatas, sebenarnya perbedaan yang menonjol atas Visi dan Misi mepunyai prespektip cara pandang yang berbeda. Sementara visi dan misi saya, hasil riset studi kasus faktor-faktor ketertinggalan pembangunan daerah dengan daerah lain yang saya pelajari lebih dari 10 tahun dan  draf Visi dan Misi yang saya buat dapat di uji dan terukur karena mengedepankan Kajian Teoritis dan Praktik Empiris berlandaskan Filosofis,Sosiologis dan Yuridis.




Apakah Anda tidak menyesal mundur dari pencalonan Pilkada Pagaralam 2018 setelah dulu sudah melamar beberapa partai dan memasang alat peraga?

Tidak sama sekali. Hidup ini adalah pilihan, bukan bagaikan awan yang menurut apa kata angin dan berubah menjadi sesuatu oleh tatapan sang waktu. Menjadi Walikota merupakan perjuangan dan pengorbanan lahir batin demi untuk memajukan daerah yang di cintai. Bahkan saya siap meninggalkan apa yang telah saya bangun dan miliki termasuk meninggalkan beberapa perusahaan yang memiliki cabang di beberapa daerah-daerah di Indonesia. Cuti manjadi Advokat, berhenti menjadi Konsultan Kekayaan Intelektual, berhenti menjadi pengacara tetap dibeberapa perusahaan, termasuk dalam organisasi saya tidak aktif lagi seperti jabatan Wakil sekretaris Kongres Advokat Indonesia DPD Jawa barat, Wakil sekretaris jenderal Bandung Lawyers Club Indonesia, termasuk menunda pendidikan S3 (Program Doktor Ilmu Hukum).

Termasuk saya harus menyerahkan semua klien Merek Barang dan Jasa yang telah mempercayai saya hampir 1000 (seribu) pelaku usaha besar maupun kecil dan itupun belum termasuk hitungan Klien Hak Cipta, Desain Industri dan Paten Teknologi dan kebenarannya dapat di cek melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, bahkan sebagaimana ketentuan yang berlaku jika saya berhenti menjadi Konsultan kekayaan Intelektual, maka wajib menunjuk Protokol pengganti sebagaimana ketentuan Peraturan Pemeritah Republik Indonesia tentang Konsultan Kekayaan Intelektual dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Tentang Tata Cara Pengangkatan Konsultan Kekayaan Intelektual  dan lain-lain.

Anda sudah memberitahukan perihal ini kepada keluarga besar di Pagaralam dan tim yang sangat menginginkan Anda maju di Pilkada Pagaralam 2018?




Alhamdulillah keluarga dan tim dapat menerima dan memahami keputusan saya ini, meskipun cukup banyak tim keluarga dan masyarakat Pagaralam yang menyayangkan keputusan mundur itu. Namun keputusan ini harus saya sampaikan kepada publik demi kebaikan bersama.




 Setelah pencalonan di Pilkada di Pagaralam tidak jadi, apakah Anda masih tertarik untuk ikut Pilkada di daerah lain?

Saya belum berpikir sejauh itu. Saya bukan orang yang ambisi dengan jabatan. pencalonan saya murni atas keinginan yang beriman dan bertakwa untuk memajukan daerah yang keluar dari hati sanubari paling dalam. penyebab utamanya ada beberapa pertimbangan yang tidak bertemu antara pemikiran satu sama lainya walau masih dalam konteks mempelajari dari misi dan visi masing-masing.  (11)

Previous Start Mulus, Pagaralam Bantai Lubuklinggau
Next Ubah Sejarah !