Hati-hati Modus Penipuan Baru CPNS


EMPAT LAWANG – Sejumlah Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Lingkungan Puskesmas dan honorer lainnya yang tersebar di Kabupaten Empat Lawang, termasuk Honorer Kategori 2 (K-2), akhir-akhir ini sering mendapat telepon dari oknum yang mengaku Pegawai dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Empat Lawang.

Oknum yang mengaku bernama Ridwan tersebut meminta sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah, dengan dalih untuk menebus SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur K2.

“Kemarin ada yang menelepon mengatasnamakan pegawai BKD Empat Lawang, dia minta mentransfer uang untuk pengambilan SK, karena SK CPNS-nya sudah keluar. Beruntung kami nelepon orang dinas terlebih dahulu. Ternyata nama oknum penelepon tersebut tidak ada di BKD,” kata seorang pegawai di Puskesmas Muarapinang, Ri kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, banyak juga pegawai lainnya dari kecamatan lain yang mendapat telepon serupa. Karenanya, hal ini perlu diwaspadai, disinyalir modus penipuan. “Ada juga pegawai di Puskesmas Lintang Kanan yang mendapat telepon yang sama. Kita harus hati-hati, ditakutkan merupakan modus penipuan yang ingin mengambil keuntungan atau bisa jadi tujuannya untuk menjatuhkan nama baik salahsatu pihak,” jelasnya.

Kepala BKD Empat Lawang, Januarsyah Hambali ketika dikonfirmasi mengakui banyaknya laporan dari para honorer yang mendapat telepon tersebut. Modus penipuan ini sudah marak dan bukan hanya di Empat Lawang tetapi juga di Kabupaten Lahat. “Kita sudah banyak mendapat telepon dari honorer yang menanyakan oknum yang meminta uang tebusan SK CPNS tersebut dengan mengatasnamakan BKD Empat Lawang. Yang jelas tidak ada itu, pegawai yang namanya Ridwan saja tidak ada,” ucapnya.

Dikatakannya, modus ini agar diwaspadai oleh para honorer jangan sampai menjadi korban. Pihaknya sendiri juga sudah menginformasikan kepada pegawai lainnya via telepon, agar jangan mempercayai bila ada oknum yang meminta sejumlah uang untuk memperlancar atau menebus keluarnya SK Pengangkatan CPNS.

“Pengumuman CPNS honorer K2 sendiri belum dilakukan, tentunya belum ada SKnya. Ya, kita harapkan agar para honorer jangan mudah percaya, kalau ada yang menelpon mengatasnamakan BKD silahkan konfirmasi ke BKD atau ke saya agar jelas,” tandasnya. (07/CE-V)

Previous Musim Hujan, Waspadai 7 Penyakit
Next 11 Pelaku Sajam dan Ganja Diamankan