Harus Berani Kawal Korupsi Sampai Tuntas


Foto: Rendi/Pagaralam Pos KORUPSI: Suasana seminar GMPK yang dihadiri di antaranya Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Susno Duadji dan Bibit Samad Rianto di ballroom Hotel Grand Zuri kemarin (7/9).
Foto: Rendi/Pagaralam Pos
KORUPSI: Suasana seminar GMPK yang dihadiri di antaranya Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Susno Duadji dan Bibit Samad Rianto di ballroom Hotel Grand Zuri kemarin (7/9).

PAGARALAM POS, Lahat – Terus meningkatnya tindak pidana kasus korupsi di Indonesia dari hari ke hari, tidak terkecuali di Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri, baru-baru ini misalnya, Bupati Banyuasin diciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat kasus penyuapan, telah menyita perhatian berbagai kalangan. Tidak terkecuali Mantan Kabareskrim Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Susno Duadji, yang berkomentar keras mengenai tindak korupsi di Indonesia.

“Saya punya dua pesan. Pertama, harus berani mengawal kasus korupsi sampai tuntas. Kedua, harus berani pula mengawal agar tidak ada orang yang dikorupsikan,” tegas pensiunan Jenderal berbintang tiga ini dalam sambutannya di acara Pelantikan dan Seminar Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) DPD Kabupaten Lahat, di Ballroom Hotel Grand Zuri kemarin.

Ditegaskannya, masyarakat tidak perlu takut dalam mengawal suatu kasus korupsi jika memang memiliki bukti yang valid, sekalipun harus menghadapi konsekuensi terburuk sekalipun. Sebab memang, dilanjutkannya, untuk mengawal dan mengungkap suatu kasus korupsi itu butuh sebuah keberanian. “Jangan takut dipenjara. Saya tigakali ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya ini seraya menyemangati.

Sementara itu, Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto mengatakan, bahwa memberantas korupsi tidak cukup dilakukan dengan upaya represif dan hanya dibebankan kepada KPK saja, tetapi harus melibatkan segenap komponen bangsa. “Karena, korupsi merupakan fenomena gunung es. Es yang tidak nampak di bawah air laut sangat lebih besar ketimbang yang ada di permukaannya. Es di bawah laut inilah yang harus ditanggulangi dengan langkah preventif dan refresif, sehingga tidak muncul ke permukaan lagi sebagai tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Dalam acara GMPK kemarin, hadir pula di antaranya Wakil Bupati (Wabup) Lahat, Marwan Mansyur, mahasiswa utusan dari sejumlah perguruan tinggi, pelajar sekolah menengah serta sejumlah tokoh masyarakat. (mg21/CE-V)

#beca berita selengkapnya…terbit 10 september 2016#

Previous Dukung Pemukiman Perkotaan Layak Huni
Next Tidak Maksimal, Bantuan Koptan Ditarik