Harga Tinggi, Petani tak Bisa Tanam


PAGARALAM POS, Pagaralam – Tak hanya daging sapi dan ayam, harga sayuran pun ikut-ikutan naik. Berkurangnya pasokan dari petani, diklaim penyebab kenaikan harga itu.

Dewi, salahseorang agen pengumpul sayuran di Pasar Sub Terminal Agrobisnis (STA) Nendagung, membenarkan kenaikan harga sayuran saat ini. “Memang sedang musimnya harga sayuran naik,” ujar Dewi, kemarin (24/8).

Mahalnya harga sayuran saat ini diakuinya, berkaitan erat dengan faktor musim kemarau. Saat musim kemarau, banyak petani sayuran menunda masa tanamnya. Inilah yang membuat pasokan sayuran ke para agen menjadi berkurang. “Permintaan memang tinggi. Kalau tidak diimbangi dengan jumlah barang, otomatis harga akan naik,” jelasnya.

Lantas berapa harga sayuran saat ini? Menurut Dewi, dari sekian banyak jenis sayuran, hanya tomat yang turun, yaitu Rp2.500/kg, sebelumnya Rp7.500/kg.

Sementara itu, Tedi, salahseorang petani sayuran di Dusun Kerinjing mengaku, tak heran dengan kenaikan harga sayuran. “Kalau musim panas, memang (sayuran) mahal. Walaupun mahal, tapi kami tak bisa menanam sayuran, percuma saja,” pungkasnya. (11/CE-V)

Foto: Pidi/Pagaralam Pos PASOKAN BERKURANG: Di musim panas, pasokan sayuran ke Pasar Sub Terminal Agrobisnis (STA) Nendagung berkurang.
Foto: Pidi/Pagaralam Pos
PASOKAN BERKURANG: Di musim panas, pasokan sayuran ke Pasar Sub Terminal Agrobisnis (STA) Nendagung berkurang.
Previous Rumah Cikwan Rata dengan Tanah
Next Lapak Pedagang Direlokasi Sementara