Harga Daging Normal, Cabai Terjun Bebas


Foto: Devi/Pagaralam Pos
DAGING: Pedagang daging di Pasar Terminal Nendagung tengah menunggu pembeli yang datang, saat ini harga jual daging di pasaran berada di angka Rp120 per kilogram.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Harga daging sapi di tingkat pedagang di sejumlah Pasar Tradisional Kota Pagaralam mendekati ataupun menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 H masih terbilang normal, dengan harga di kisaran Rp120 ribu per kilogram.

Heriadi, pedagang daging biasa mangkal di Pasar Terminal Nendagung mengatakan, saat ini harga jual daging masih terbilang normal, dengan harga di kisaran Rp120 ribu per kilogram. “Ya, harga jual daging masih standar, seperti hari-hari biasa diharga Rp120 ribu per kilogram,” ucap Heriadi.

Ditambahkan Heriadi, bahkan jelang Lebaran Idul Fitri 1441 H, harga jual daging pun tak ada kenaikan. Dan kondisi ini diperkirakan bertahan hingga lebaran nanti. “Tinggal lagi daya beli masyarakat kita nilai benar-benar menurun. Sebab, biasanya kita sehari itu bisa habis 50kg, sekarang ini untuk menghabiskan 30kg daging saja susah,” keluhnya.

Meski begitu, Heriadi tetap berharap agar kondisi perekonomian kembali stabil seperti semula. “Harapan kita selaku pedagang semoga wabah virus corona segera berakhir, sehingga perekonomian bisa kembali stabil, yang berdampak pula terhadap daya beli masyarakat yang juga bisa pulih dan normal kembali,” harapnya.

Sementara Kepala Disperindagkop dan PP Kota Pagaralam, Dawam SH MH melalui Kabid Perdagangan, Jepri Zulfikar SP MSi mengatakan saat ini harga daging dijual pedagang di harga Rp120 ribu per kilogram. Dan ini bisa dibilang masih tergolong harga normal, sebab di Sumsel seperti di Palembang saja harga daging sudah menyentuh harga Rp130 ribu per kilogram.

Menurut Jepri, harga jual daging sapi yang masih stabil ini sayangnya tidak dibarengi dengan membaiknya harga jual komoditi cabai merah, sebab sekarang ini harga cabai sangatlah turun tajam. “Harga cabai di pasaran sangatlah turun tajam, kini hanya di harga Rp9 ribu per kilogram, sedangkan di daerah Jawa harga cabai malah dijual Rp3 ribu per kilogram,” paparnya.

Dikatakan Jepri, alasan kenapa harga cabai merah cenderung terjun bebas, karena saat ini banyak Rumah Makan (RM) yang tutup, mengingat kebanyakan yang mengolah cabai merah ini, sedangkan dari sisi pembeli cenderung lebih sedikit.

“Untuk stok cabai sekarang ini, suplainya banyak dan demandnya sedikit. Makanya, sekarang ini untuk komoditi sayuran, yang harganya sedikit baik itu seperti kubis, tomat dan lainnya,” tandasnya. (Cg09/Dep12/CE-V)

Previous Berjalan Sesuai Peraturan
Next KT Antan Gundang Bagikan Puluhan Sembako