Gunung Dempo, 181 kali Gempa Vulkanik Dalam


119 Kali Embusan, 17 kali Gempa Vulkanik Dangkal
PAGARALAM POS, Pagaralam
– Sejak tanggal 5 April 2017 kemarin, Gunung Api Dempo terus menunjukan peningkatan aktivitas. Tercatat di kantor Pos Pemantau Gunung Api Dempo Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terekam 181 kali gempa vulkanik Dalam, dan 17 kali Gempa vulkanik Dangkal, dengan 119 kali embusan.




“Kondisi inilah yang membuat kita harsu menaikkan status gunung api Dempo ke level II atau waspada,” jelas ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo, Mulyadi, seraya mengatakan sampai sore hari ini (kemarin, red) status masih bertahan di Level II, belum ada peningkatan status dari PVMBG Bandung.




Setiap hari, diakui Mulyadi, pihaknya terus melaporkan hasil rekaman terkini alat seismograf ke PVMBG Bandung untuk dianalisis apakah stasus dinaikkan atau diturunkan kembali ke status aktif normal, atau level I. “Kita setiap hari pasti laporan ke Bandung,” ungkapnya seraya mengatakan ada 127 Gunung Aktif yang ada di Indonesia.




Sejauh ini, pengamatan gunung api Dempo hanya mengandalkan alat seismograf saja, sementara visual atau melihat langsung, tidak bisa. Karena tertutup dengan kabut dan awan di sekitar puncak gunung api Dempo setiap harinya dari pagi sampai sore, bahkan malam hari, sehingga tidak bisa dilihat dengan visualisasi.




“Kita pernah melihat secara visual pada tanggal 25 dan 26 Maret lalu. Dan terlihat adanya asap tipis yang keluar dari kawah gunung api Dempo,” terang Mulyadi seraya mengatakan saat ini pihaknya sudah memberikan peringatan pada masyarakat yang ada di kaki gunung Dempo Pagaralam untuk waspada.




Mulyadi, mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi akan selalu dan tetap berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sumsel dan BPBD Kota Pagaralam, Kab Lahat dan Kab Empat Lawang dalam memberikan informasi mengenai aktivitas GAD.




“Bahwa hal tersebut juga merupakan poin ketiga rekomendasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia,“ kata Mulyadi.




Untuk diketahui, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Centre of Volcanology and Geological Hazard Mitigation, adalah salahsatu unit di lingkungan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Foto : agung/Pagaralam Pos
KEGEMPAAN : Gunung Api Dempo masih menunjukkan peningkatan aktifitas seismik.
Tugasnya adalah melaksanakan perumusan kebijaksanaan, standardisasi, bimbingan teknis dan evaluasi bidang vulkanologi dan mitigasi bencana alam geologi. “PVMBG bertujuan pengelolaan informasi potensi kegunungapian dan pengelolaan mitigasi bencana alam geologi, sedangkan misi yang diemban adalah meminimalkan korban jiwa manusia dan kerugian harta benda dari bencana geologi,” jelas Mulyadi.




Terpisah, walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati MKes mengatakan, Naiknya status Gunung Api Dempo menjadi waspada, tentunya warga yang masuk di zona bahaya untuk selalu waspada.




Kepada petugas BPBD, SAR diinstruksikan untuk siaga, sedangkan TNI dan Polri sudah dikoordinasikan untuk siap membantu evakuasi, bilamana kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Hal-hal penting lainnya untuk menyiapkan jalur evakuasi.

Dandim Cek Akftivitas GAD melalui Seismograf

Foto: Gusti/Pagaralam Pos
Dandim 0405 Lahat, Letkol Inf Srihartono beserta kepala BPBD, Basarnas, dan Danramil mengecek aktivitas Gunung Dempo melalui alat seismograf.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, melalui Badan Geologi Nasional, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), merekomendasikan 3 hal penting, terkait peningkatan aktivitas gunung Api Dempo (GAD) menjadi waspada, atau level II.

Pertama, agar masyarakat, pengunjung/wisatawan tidak mendekati dan bermalam (camping) di pusat aktivitas kawah Merapi-Dempo dalam radius 3 km, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.




Kedua, masyarakat di sekitar gunung Dempo diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi gunung Dempo, dan senantiasa mengikuti arahan dari BPBD dan Pemerintah Kota Pagaralam, Kab Lahat dan Kab Empat Lawang yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas gunung Dempo.




“Ya, akan kita sosialisasikan kepada masyarakat ataupun pihak terkait lainnya teknis penanganan serta antisipasinya. Termasuk zona-zona aman radius, jika terjadi bencana gunung api (letusan, red). Namun kita harap dan do’akan semoga Dempo kembali berstatus aktif normal,” ungkap Kepala BPBD, Herawadi SSos ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/4) kemarin.




Lanjut Herawadi, pihaknya juga telah menyiapkan perangkat sosialisasi, seperti misalnya akan memasang imbauan berupa spanduk dan poster berisi pemberitahuan serta imbauan mengenai larangan melakukan aktivitas pendakian ke puncak Dempo, sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan.




Sementara, Dandim 0405 Lahat, Letkol CZI Srihartono setelah menerima informasi status GAD waspada langsung meninjau sekaligus melakukan pemantau visual di Kota Pagaralam. Bersama Kepala BPBD Kota Pagaralam, Herawadi SSos, Kepala SAR, Lettu (SAR) Jecky Chan SH, Pabung Pagaralam, Mayor Inf Hernawan beserta Danramil 10, Kapten Inf Sudarno dan Danramil 13 Dempo Selatan, Kapten Inf Aen Didi Juardi mengunjungi Pos Pemantau GAD sekitar pukul 14.30 WIB, sebagai upaya koordinasi rencana penanganan dan antisipasi berkaitan dengan peningkatan status gunung Dempo.




“Kita mengecek sekaligus menentukan jalur dan tempat evakuasi yang nantinya melakukan penyiapan alat dan personel penanggulangan bencana oleh BPBD dan BASARNAS dibantu oleh TNI/Polri,” ujar Hernawan seraya mengatakan, perlu dicermati perkiraan dampak buruk dari aktivitas gunung api Dempo. (06/08/CE-V)

Previous Tradisi Mudik i ayek di Besemah
Next Wako Peduli Kesehatan Masyarakat