Gubernur Prioritaskan Pembangunan Kebutuhan Masyarakat


Foto : Heru/Pagaralam Pos
TUNJUKKAN : Bupati Lahat, Cik Ujang SH, ketika menunjukkan lokasi pembangunan prioritas ke Gubernur Sumsel, Herman Deru, Rabu (20/2)

PAGARALAM POS, Lahat – Dukung percepatan pembangunan di Kabupaten Lahat. Gubernur Sumsel, Herman Deru bersama Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru, dan rombongan. Jalin silaturahmi dan sinkronisasi program pembangunan antara Kabupaten Lahat dan Provinsi Sumsel.




Bupati Lahat, Cik Ujang SH mengatakan, ada enam usulan yang kiranya bisa jadi prioritas pembangunan. Diantaranya, lanjutan pembangunan jembatan lematang di Desa Ulak Lebar, Lahat, pengerjaannya baru sebatas tiang jembatan. Juga pembangunan jembatan Pangi I dan II di Kecamatan Kikim Selatan. “Mayoritas masyarakat Lahat merupakan petani. Jembatan merupakan infrastruktur yang sangat penting, agar roda perekonomian masyarakat berjalan baik,” ujar Cik Ujang, Rabu (20/2).




Lanjutnya, peningkatan jalan Provinsi di jalan Via Gumay, jalan Kota Agung, dan jalan Tanjung Tebat, juga jadi usulan prioritas. Mengingat jadi akses penghubung yang selalu ramai dilintasi kendaraan. Selain itu, Cik Ujang juga mengusulkan, pembangunan wisata Bukit Serelo. Agar Kabupaten Lahat jadi salah satu daerah tujuan, yang bisa mengangkat nama Sumatera Selatan (Sumsel). “Saya sangat berterima kasih, Pak Gubernur bisa datang menyerap langsung semua informasi terkait pembangunan prioritas di Lahat. Setidaknya kalau sudah melihat, bisa jadi bahan pemikiran,” ucap Cik Ujang.




Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, kedatangannya ke Kabupaten Lahat dengan tujuan untuk menyamakan persepsi, dalam meningkatkan pembangunan yang betul-betul dibutuhkan masyarakat. Seperti untuk jalan yang jadi kewajiban Provinsi. Tahun ini harus bisa nyaman dilalui masyarakat. “Untuk jembatan Lematang dan jembatan Pangi I, tetap akan diselesaikan. Sebelumnya pengerjaannya sempat tertunda, karena dananya dialihkan untuk Asean Games,” jawabnya.




Gubernur juga berpesan, terkait pembangunan yang mangkrak akibat pergantian rezim, harus dilihat dengan jelih. Jangan sampai akibat pergantian rezim, kebutuhan masyarakat mutlak jadi diabaikan. “Kalau itu menyangkut kebutuhan masyarakat, lanjutkan. Tapi kalau itu demi kepentingan perseorangan, harus bisa tegas untuk menghentikannya,” pesannya. (mg02)

Previous Jalan Lintas Provinsi Lumpuh 2 Jam
Next Kodim 0406 MLM, Gelar Lomba Karya Jurnalistik TMMD 2019